Monday, 6 January 2020

Hati-hati Menghadapi Aquaplanning di Jalan!

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-mobil/d-4124231/hati-hati-menghadapi-aquaplanning-di-jalan
Dadan Kuswaraharja - detikOto
Jumat, 20 Jul 2018 08:26 WIB

Foto: Okta Marfianto
Foto: Okta Marfianto

Aquaplanning merupakan suatu keadaan ketika ban mobil tidak mendapatkan traksi karena adanya genangan air. Masalah ini sering terjadi, namun masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara mengantisipasinya.

Bahkan aquaplanning pun adalah suatu kondisi yang tidak bisa diprediksi. Kita tidak pernah tahu seberapa dalam genangan air yang akan kita lewati, karena kontur jalanan yang tidak menentu.

Rifat Sungkar yang merupakan pereli nasional sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama Rifat Drive Labs (RDL) mengungkapkan beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika menghadapi aquaplanning di jalan.

"Kita harus memahami bersama bahwa air adalah suatu hal yang sangat berbahaya untuk mobil jika datangnya tidak bisa diprediksi. Pertama, jika banjir terlalu tinggi, mobil bisa mengalami problem mesin rusak atau water hammer (masuknya air ke dalam ruang pembakaran). Kedua, kalau kita sedang berkendara dengan kecepatan tinggi, gejala aquaplanning bisa saja menghampiri kita," ungkap Rifat.

Menurut Rifat Sungkar, aquaplanning paling sering terjadi di jalan-jalan besar atau jalan-jalan di mana mobil sedang berada dalam kecepatan tinggi. Sedangkan pada kecepatan rendah, aquaplanning tidak dapat terjadi karena mobil tidak mendapatkan gaya angkat ketika melewati genangan air.

"Kalau kita sedang berada di kecepatan rendah, tapak ban pasti akan mengikuti kontur jalan. Sedangkan kalau di kecepatan tinggi dan ada genangan air, mobil bisa berkompeten mengambang dan tidak mendapatkan traksi," ujar Rifat.

Rifat mengimbau jika terjadi aquaplanning, hal yang pertama harus dilakukan adalah mengatur kecepatan saat akan menuju ke genangan air. "Itu wajib dideteksi, tidak bisa seenaknya mengebut. Kita harus membuat keputusan dan antisipasi untuk mengurangi kecepatan," tambahnya.

Kecepatan yang normal itu tentunya beragam, namun ada cara mudah untuk mengantisipasinya. "Pertama, jangan pernah injak rem saat melewati genangan air! Sudah pasti mobil yang melewati genangan air memiliki grip yang sangat kurang jika dibandingkan saat kita melewati jalan yang normal," ujarnya.
Akibatnya jika kita injak rem dan mobil yang digunakan adalah non anti-lock braking system (ABS), saat melewati genangan air, mobil otomatis akan menarik sesuai dengan di mana genangan air itu berada.

Misalnya kita melewati genangan air di sebelah kiri, maka secara otomatis ban sebelah kiri akan mengunci dan mobil tersebut akan tertarik ke arah di mana ban terkunci. Keadaan tersebut justru bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Kedua, Rifat mengingatkan juga untuk jangan pernah menginjak gas ketika melewati aquaplanning. "Seratus persen jangan injak gas! Kita harus mengontrol kecepatan karena ada kemungkinan saat melewati aquaplanning, ban akan mengalami spin out di salah satu bagian atau bahkan dua ban sekaligus jika aquaplanning-nya besar," tegas Rifat.

Karena saat ban spin out, RPM akan naik dan ketika kita sudah melewati jalan yang tidak ada aquplanning-nya, mobil bisa tertarik dengan sendirinya. Memang kalau mobil front wheel drive (FWD), akan lebih mudah dikontrol karena daya tarik ada di depan. Namun kalau mobil yang digunakan rear wheel drive (RWD), bisa sangat berbahaya karena akan menyebabkan oversteer atau mobil sliding di bagian belakang.

Satu hal lain yang juga harus diantisipasi ketika aquaplanning terjadi adalah kemungkinan air akan naik ke kaca, jadi kita harus selalu siap dengan wiper.

Terakhir Rifat mengingatkan bahwa langkah paling bijaksana ketika berkendara di tengah hujan, dalam keadaan basah, atau ada aquaplanning adalah untuk mengontrol kecepatan.

"Jadilah pengendara yang bijak. Kontrol kecepatan selalu sesuai dengan peraturan atau mungkin di bawah itu karena sebetulnya gejala aquaplanning sama sekali tidak ada yang positif dan rata-rata mengarah ke suatu keadaan yang lebih berbahaya," tutup Rifat. (ddn/ddn)

11 Tips Jitu Atasi Mobil Rusak karena Banjir

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-mobil/d-4846511/11-tips-jitu-atasi-mobil-rusak-karena-banjir
Dadan Kuswaraharja - detikOto
Sabtu, 04 Jan 2020 17:02 WIB

Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra

Jakarta - Banjir besar di kawasan Jabodetabek pada awal tahun 2020 ini tak hanya merendam rumah warga, di beberapa tempat banyak mobil yang terendam air, bahkan hanyut.

Bila mobil Anda terendam banjir, penanganan dan perbaikannya tidak bisa sembarangan karena bisa menyebabkan kerusakan makin parah. Ujungnya kerugian Anda semakin besar akibat kerusakan mobil.

Jaringan bengkel mobil umum, CARfix, memiliki tips agar mobil yang terendam banjir tidak terhindari dari kerusakan lebih parah akibat salah penanganan.

Fadly Hasan, Marketing Director CARfix, mengatakan tips ini dapat dilakukan sendiri di rumah. "Harapan kami semoga ini bisa membantu penanganan pertama mobil Anda," ujar Fadly dalam keterangannya yang diterima detikcom, Sabtu (4/1/2020).

Berikut 11 tips jitu atasi kerusakan mobil yang terendam banjir menurut Fadly:

  1. Yang paling utama jangan menghidupkan/starter mobil terendam banjir. Jika dipaksa di-starter, besar kemungkinan terjadi korslet pada bagian kelistrikan.
  2. Lepas kabel aki. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya korsleting, mulai dari bagian minus
  3. Bersihkan eksterior dan interior mobil dari lumpur tanpa menghidupkan mesin, terutama karpet bawah dan jok
  4. Keringkan mobil
  5. Buka filter angin
  6. Buka dan ambil busi, bila ada kompresor, pakailah kompresor supaya lebih bersih
  7. Cek kondisi oli mesin. Buang oli mesin dan biarkan baut tetap terbuka. Setelah terendam banjir, biasanya pelumas tercampur dengan air sehingga harus diganti.
  8. Keringkan lubang busi atau ruang bakar, tempat sikring, dan komponennya dengan kompresor
  9. Cek tangki bahan bakar. Pastikan bensin/solar tidak tercampur air. Jika tercampur air, buang dan bersihkan tangki. Bila kesulitan menguras tangki, silahkan menghubungi bengkel terdekat.
  10. Setelah memastikan komponen-komponen tersebut kering dan bersih, isi dengan pelumas baru. Lalu pasang filter angin baru, lalu pasang kembali kabel aki yang telah dilepas tadi.
  11. Bila sudah dilakukan semua langkah tersebut, mesin mobil siap di-starter

"Jika Anda ragu untuk melakukan pengecekan dan penanganan mobil yang terendam banjir secara mandiri, pastikan tidak menghidupkan mesin mobil dan segera hubungi bengkel terdekat dari rumah anda," ujarnya.

Wednesday, 19 September 2018

Agar Mesin LCGC Anda Tidak Cepat Panas, Simak Hal Ini

https://otomotif.kompas.com/read/2018/09/14/200443515/agar-mesin-lcgc-anda-tidak-cepat-panas-simak-hal-ini
ALEK KURNIAWAN 
Kompas.com - 14/09/2018, 20:04 WIB

Ilustrasi mesin mobil overheat
Ilustrasi mesin mobil overheat(SHUTTERSTOCK)

KOMPAS.com – Mobil murah ramah lingkungan atau dikenal dengan low cost green car ( LCGC) saat ini masih menjadi salah satu mobil incaran masyarakat Indonesia. Salah satu alasannya karena mobil jenis ini dijual dengan harga yang lebih terjangkau dari mobil jenis lainnya.

Hal ini terlihat dari angka penjualannya yang masih tinggi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil LCGC dari pabrikan ke dealer pada 2017 sebanyak 234.554 unit. 

Namun, tak ada gading yang tak retak. LCGC juga memiliki sejumlah kekurangan, seperti mesin yang berkubikasi kecil. Akibatnya, mesin akan lebih cepat panas bila dipacu secara terus-menerus, terlebih pada kondisi macet. 

Sebab, pada kondisi tersebut mesin mobil akan bekerja lebih ekstra dari biasanya dan meningkatkan risiko mesin lebih cepat aus. Bila mesin sudah dalam kondisi aus, maka potensi overheat tidak dapat terhindarkan. 

Namun, ternyata hal tersebut bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan mesin mobil menjadi lebih cepat panas. Banyak faktor lain yang juga memainkan peran.

Salah satu di antaranya sistem pendingin mesin yang jarang mendapat perhatian. Ditambah dengan faktor kelalaian pemilik yang kerap mengesampingkan pentingnya mengecek kondisi air radiator. 

Melansir Kompas.com, Rabu (1/4/2014), sirkulasi air radiator harus menjadi perhatian khusus bila mesin pada kuda besi Anda tidak ingin cepat bermasalah. Caranya adalah dengan selalu melakukan perawatan rutin untuk mengganti air radiator setiap 20.000 kilometer sekali.

Pergantian ini selain berfungsi untuk melancarkan sirkulasi pada radiator, juga dapat membersihkan kotoran yang menyempil pada sela-sela komponen yang dapat menghambat kerja mesin. 

Selain itu, ada baiknya juga Anda selalu memeriksa kondisi air radiator sebelum bepergian. Hal ini untuk mengetahui apakah volume air masih cukup atau sudah berkurang. 

Jika air pada radiator berkurang cukup banyak, sekitar 600 mililiter atau lebih, bisa jadi radiator mengalami kebocoran. Adapun kebocoran pada radiator bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Ilustrasi mengganti air radiator
Ilustrasi mengganti air radiator(SHUTTERSTOCK)

Seperti selang yang sudah getas, sambungan selang yang kendor, atau pegas tutup radiator yang sudah tidak berfungsi baik. Selain itu, overheat juga bisa diakibatkan oleh motor kipas radiator yang lemah. 

Ketika putaran kipas yang bekerja untuk mendinginkan radiator melemah, tak pelak proses pendinginan pun menurun. Biasanya hal ini teridentifikasi ketika Anda sedang memacu mobil dengan kecepatan tinggi dan temperatur mesin lebih cepat naik. 

Nah, salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah mengganti motor kipas tersebut, atau jika sudah terlalu parah biasanya kipas juga ikut diganti. 

Selain masalah pada sistem pendingin mesin mobil, overheat juga bisa disebabkan dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai, seperti bahan bakar yang memiliki kadar oktan lebih rendah. 

Bila mobil terus disuntik BBM ber-oktan rendah, maka mobil bisa mengalami knocking atau lebih familiar disebut ”ngelitik”. “Ngelitik” sendiri merupakan gejala bunyi tidak biasa yang keluar dari mesin mobil ketika sedang melaju. 

Jika terus dibiarkan, maka kecenderungannya mesin akan cepat memanas. Jika Anda menemukan salah satu dari beberapa kasus di atas, maka melakukan perbaikan di bengkel wajib hukumnya bila mobil tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih serius. 

Oli mesin khusus LCGC 

Selain beberapa faktor yang telah disebutkan di atas, ternyata oli juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja mesin LCGC agar tidak cepat overheat. 

Melansir berita Kompas.com pada Jumat (9/3/2018), LCGC memiliki ruang bakar dengan piston yang begitu kecil dan padat. Selain itu, kubikasi maksimalnya hanya mencapai 1.200 cc. 

Dengan desain demikian, tentunya jarak antara komponen di dalamnya semakin dekat dan rapat, termasuk lubang saluran pendingin dan sistem lubrikasi.

Ilustrasi oli khusus LCGC
Ilustrasi oli khusus LCGC(SHUTTERSTOCK)

Hal tersebut secara tidak langsung berimplikasi terhadap jenis oli yang digunakan. Semakin cair oli yang dipakai, maka akan semakin leluasa pula oli tersebut melumasi sela-sela komponen mesin yang rapat sekalipun. 

Adapun cara mengetahui kadar kekentalan sebuah oli dapat diketahui dari kode kombinasi huruf dan angka yang tertera di kemasan. 

Melansir Kompas.com, Kamis (12/4/2018), Kode untuk menandai jenis kekentalan oli biasanya diawali dari kata SAE, singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya ada angka yang menandai suhu. 

Setelah angka ini, ada kode huruf W yang diambil dari kata Winter. Huruf W biasanya diikuti dengan angka terakhir yang menandai jenis kekentalan. Semakin besar angka, semakin tinggi pula kadar kekentalannya. 

Berbekal pembacaan kode di kemasan oli, Anda pun bisa mencari oli dengan kadar kekentalan cair untuk mobil LCGC. 

Salah satu yang direkomendasikan adalah oli dengan kadar 0W-20 dan 5W-30 seperti yang dimiliki Shell Helix Eco. 

Selain sesuai dengan formula mesin LCGC, oli ini juga memiliki fuel economy technology yang mampu memberikan perlindungan tinggi terhadap keausan mesin dan gejala overheat. 

Selain itu, Shell Helix Eco juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan mengurangi emisi yang terbuang. 

Dengan begitu, mesin mobil LCGC Anda akan menjadi lebih ramah lingkungan dan dapat menghindarkan mesin agar tidak cepat kepanasan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Mesin LCGC Anda Tidak Cepat Panas, Simak Hal Ini", https://otomotif.kompas.com/read/2018/09/14/200443515/agar-mesin-lcgc-anda-tidak-cepat-panas-simak-hal-ini
Penulis : Alek Kurniawan
Editor : Sri Noviyanti

Wednesday, 25 July 2018

Sering diabaikan, ini 5 posisi blindspot mobil yang bikin kecelakaan

https://www.brilio.net/serius/sering-diabaikan-ini-5-posisi-blindspot-mobil-yang-bikin-kecelakaan-180717t.html

Kondisi lingkungan seperti persimpangan, jalanan kampung, atau perbukitan membuat blindspot semakin parah.

Brilio.net - Berkendara dengan mobil harus ekstra hati-hati. Banyak sekali titik buta atau blindspot yang jika diabaikan bisa berakibat pada kecelakaan. Jangkauan pandang sisi kanan, kiri, dan belakang yang sempit membuat pengendara kesulitan melihat situasi. Selain pandangan, faktor seperti penumpang atau muatan yang menghalangi pandangan dari jendela mobil juga berpengaruh pada keselamatan berkendara.
Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang memengaruhi munculnya blindspot. Mobil zaman sekarang mempunyai pilar penyangga atap yang tebal daripada generasi sebelumnya. Berbeda dari mobil generasi dulu, pilar yang tebal lebih menjamin keselamatan penumpangnya. Tapi sebagai bayarannya, jarak pandang pengemudi harus terhalang oleh pilar yang semakin besar.
Kondisi lingkungan seperti persimpangan, jalanan kampung, atau perbukitan juga bisa membuat blindspot semakin parah. Pengemudi bisa tidak awas dengan pemotor lainnya karena kondisi jalan yang tidak bersahabat. Oleh karena itu, pengemudi mobil harus selalu memberikan perhatian penuh saat menyetir.
Blindspot ini berbeda antara mobil satu dengan yang lain. Namun secara umum, ada lima blindspot yang harus diperhatikan pengemudi setiap saat terutama saat hendak berbelok. Posisi seperti apakah blindspot yang sering dialami pengendara mobil? Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (18/7), ini lima posisi blindspot tersebut.
1. 1/4 sisi belakang mobil saat ingin belok di perempatan.
foto: parkers.co.uk
2. Belakang kanan atau kiri saat di jalan dua lajur.
foto: nmaa.co.id
Karena tebalnya pilar mobil, seringkali pandangan ke belakang jadi minim terutama di bagian belakang kiri atau kanan. Hal ini sering terjadi saat mobil melaju di jalan dua lajur. Kecelakaan bisa terjadi bila pengemudi hendak berpindah lajur tanpa melihat ada mobil di belakangnya. Untuk menanggulangi hal ini, sebaiknya pengemudi melalukan shoulder check agar tidak ada kendaraan di belakangnya.
3. Belakang persis mobil dengan kaca belakang gelap atau tertutup.
Kaca belakang gelap atau tertutup bisa membuat blindspot mobil semakin buruk. Hal ini sering terlihat di mobil komersial atau boks. Pengemudi mobil boks atau komersial ini tidak memiliki pandangan yang baik ke belakang.
Saat berada di jalan, usahakan untuk selalu menjaga jarak dengan mobil seperti ini. Dengan menjauhi blindspot ini, pengemudi mobil boks atau komersial akan selalu melihat keberadaanmu.
4. Pemotor yang meliuk dari belakang mobil saat terjadi kemacetan.
foto: liputan6.com
Macet bisa jadi kondisi paling buruk bagi pengendara mobil. Hal ini dikarenakan pengendara sepeda motor yang meliuk-liuk di antara mobil. Pesepeda motor bisa saja secara tiba-tiba berpindah jalur di depanmu saat kemacetan. Untuk menghindari hal ini, selalu usahakan ada jarak aman antara kendaraan di depan dan belakangmu.
5. Pejalan kaki yang tiba-tiba nongol di sela-sela mobil saat macet.
Selain pesepeda motor, pejalan kaki juga sering jadi blindspot bagi pengendara mobil saat di kemacetan. Dengan dalih tidak ada area penyeberangan, pejalan kaki bisa dengan mudah menyelip di sela-sela kendaraan.
Hal ini pasti sering kamu temui di jalan-jalan pusat keramaian seperti mal. Posisi blindspot yang ada di segala arah karena pejalan kaki ini harus diperhatikan pengemudi agar tak terjadi kecelakaan.

Tuesday, 12 June 2018

11 Bagian Mobil yang Wajib Anda Cek Sebelum Mudik Lebaran

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3552715/11-bagian-mobil-yang-wajib-anda-cek-sebelum-mudik-lebaran?utm_source=TWITTER&utm_medium=Post&utm_campaign=TWITTERotomotif_Driz


11 Bagian Mobil yang Wajib Anda Cek Sebelum Mudik Lebaran
Shop & Drive mengingatkan kepada pemudik untuk memeriksa 11 bagian dari mobil sebelum melakukan mudik lebaran.

Liputan6.com, Jakarta Mudik lebaran dengan mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Tak hanya lebih fleksible dari segi waktu keberangkatan, namun juga bisa menghemat biaya mudik karena dapat mengangkut banyak orang.

Mengingat perjalanan mudik yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, maka tak hanya kondisi fisik pemudik saja yang harus prima melainkan kendaraan pribadi juga perlu dipersiapkan secara matang agar perjalanan jauh tidak terganggu dengan timbulnya masalah.

"Sangat penting untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan mudik yang tidak bisa dianggap sepele dan diabaikan begitu saja. Terdapat beberapa bagian dalam mobil yang penting untuk diperhatikan dan diperiksa terlebih dahulu sebelum hendak melakukan perjalanan jauh," Indra Nugraha, Retail Division Head Astra Otoparts-Shop & Drive.

Memiliki layanan kualitas Astra, Shop & Drive mengingatkan kepada pemudik untuk memeriksa 11 bagian dari mobil sebelum melakukan mudik lebaran.

1. Oli mesin, transmisi, garden
Mobil yang digunakan pada saat mudik harus selalu menggunakan oli dengan kondisi baik. Oli mesin, transmisi, maupun gardan tidak bisa diabaikan dalam pengecekan, melihat fungsinya yang sangat penting dalam mengurangi gesekan antar komponen. Mengecek hingga mengganti oli mobil sebelum melakukan perjalanan mudik adalah salah satu cara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisi perjalanan yang tidak terduga.

2. Kelistrikan dan air aki
Sangat penting melakukan pengecekan kelistrikan sebelum melakukan perjalanan mudik, karena dengan begitu kita dapat mengetahui besarnya arus yang masuk, hingga ada atau tidaknya kebocoran arus yang dapat membuat aki tidak dapat menyimpan listrik dalam waktu yang lama. Air aki juga tidak boleh luput dari pengecekan karena jika kering akan merusak komponen lain di dalam kendaraan dan pastinya akan mengganggu perjalanan mudik Anda.

3. Filter udara dibersihkan
Filter udara penting untuk dibersihkan untuk mencegah tarikan mesin berkurang, bahan bakar lebih boros, suara mesin kasar, dan mesin ngadat.

4. Tekanan angin ditambah
Menambahkan angin dapat mencegah ban pecah secara tiba-tiba di tengah perjalanan mudik Anda, membuat jarak pengereman yang lebih baik, menciptakan kestabilan mengemudi pada kecepatan tinggi ataupun tikungan, daya tahan ban yang lebih baik, dan juga dapat menghemat bahan bakar.

5. Air radiator
Peran air radiator sangat vital terhadap sistem pendinginan mesin untuk menjaga komponen radiator agar tidak kekurangan air, yang bertujuan untuk mencegah mesin panas atau overheat, maka jangan mengabaikan juga komponen ini.

6. Kondisi wiper blade
Wiper butuh pengecekan rutin melihat fungsinya yang sangat penting untuk membersihkan kaca mobil dari segala kotoran yang menempel agar pandangan pengemudi ketika melakukan perjalanan mudik jernih dan tidak terganggu.

7. Shock absorber
Shock absorber merupakan komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk menyerap guncangan yang timbul saat kendaraan melewati gundukan atau lubang, terlebih lagi di jalanan yang tidak bisa diduga pada perjalanan mudik. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan agar pengemudi selalu merasa nyaman dan terhindar dari bahaya.

8. Minyak rem dan minyak kopling
Rem merupakan hal yang vital selama berkendara, maka perlu dilakukan pengecekan terutama pada minyak rem, karena minyak rem yang kotor dapat menurunkan fungsi kerja rem. Selain itu, minyak kopling pun tidak oleh diabaikan dari pengecekan karena apabila minyak kopling bocor, mobil juga tidak akan memiliki tekanan yang cukup untuk mengaplikasikan kopling dan memindahkan gigi transmisi.

9. Filter oli dan AC
Filter oli yang berfungsi untuk menyaring kotoran pada oli tidak boleh luput dari pengecekan sebelum melakukan perjalanan mudik, agar perlindungan oli terhadap mesin bekerja maksimal dan juga membuat mesin terawat. Tidak hanya itu, filter AC juga wajib diperiksa agar dapat menyaring udara kotor yang dapat menimbulkan penyakit dalam jangka panjang.

10. Sistem penerangan dan lampu
Kemudian cek kondisi lampu mobil apakah masih layak digunakan atau tidak. Meski terlihat sepele, lampu utama maupun lampu sein memiliki arti penting di perjalanan. Periksa kembali sistem kelistrikannya, terutama sambungan kabel dan kondisi kabel, serta bohlamnya.

11. Semir ban
Dengan menyemir ban mobil secara rutin, akan membantu membersihkan ban dari kotoran yang membandel, membuat ban tampak seperti baru sesuai warna karet ban asli, dan tentu saja dapat memberikan perawatan agar ban tetap terjaga elastisitasnya sehingga perjalanan mudik akan terasa lebih nyaman dengan ban yang terawat.

Wednesday, 20 December 2017

15 Tips Aman Berkendara Saat Banjir

http://otomotif.bisnis.com/read/20161116/428/603048/15-tips-aman-berkendara-saat-banjir

Image result for ilustrasi mobil terjebak banjir
Kabar24 - Bisnis Indonesia  Ilustrasi mobil terjebak banjir - istimewa


Bisnis.com, JAKARTA- Di musim hujan seperti sekarang ini, bukan hanya potensi banjir dan sakit mengintai kita semua.

Selain itu, musim hujan juga potensi terjadinya kecelakaan juga makin besar. Pasalnya, jalanan yang becek dan licin bisa membuat ban tergelincir, terutama untuk ban yang kondisinya sudah gundul.

Selain itu, masalah jarak pandang yang terbatas akibat hujan lebat juga berpotensi menimbulkan kecelakaan karena terbatasnya penglihatan.

Karena itu, banyak orang yang lebih berhati-hati mengemudi saat hujan turun. Ada beberapa tips mengemudi yang aman saat hujan dan banjir berikut ini:

1. Hindari mengebut saat banjir, agar terhindar dari cipratan berlebih di ruangan mesin yang berpotensi mobil mogok di tengah jalan

2. Gunakan gigi satu saat mennrjang banjir agar lebih aman, dan khusus untuk mobil matic pindahkan gigi ke posisi L atau 1. Karena beban mobil lebih berat saat menerjang banjir

3. Tidak perlu khawatir saat knalpot kemasukan air banjir. Karena air tidak akan bisa masuk knalpot selama mesin dalam keadaan hidup.

4. Perhatikan filter udara di ruang mesin, karena bagian ini lebih rentan bikin mogok saat banjir ketimbang knalpot, karenanya perlahanlah saat melintas di tengah banjir

5. Jika memungkinkan, hindari berhenti di tengah banjir. Karena saat mobil berhenti, permukaan air akan naik di ruang mesin.

6. Pada dasarnya, mobil bermesin diesel lebih aman menerjang banjir dibanding mesin bensin. Diesel lebih bersifat 'Waterproof'.

7. Jangan terlalu agresif menginjak gas saat melintasi banjir, karena akan membuat filter udara semakin kuat menyedot udara, yang makin berpotensi menghisap air masuk dalam mesin mobil

8. Selalu siaga dan cermat. Tanpa disadari, yang membuat mobil mogok justru terjangan ombak air berlebih dari mobil sebelah.

9. Setelah melewati genangan, jangan langsung tancap gas, karena ini cukup berbahaya karena kondisi rem  masih sangat licin.

10.Cara mengeringkan rem setelah melewati yaitu cukup dengan melakukan rem kecil berulang hingga terasa menggigit kembali.

11.Untuk mobil manual, usahakan menghindari menginjak kopling saat berada di genangan banjir. 
karena bisa membuat air masuk ke transmisi, yang berpotensi merusak transmisi karena oli bercampur air.

12. Jika belum familiar dgn jalan yg dilewati. Usahakan jangan melintas di pinggir jalan. Mungkin saja ada selokan yang bisa membuat mobil terperosok

13. Jika mobil mengambang karena terseret arus, buka semua pintu agar mobil tenggelam dan ban dapat melaju.

14. Jangan sesekali menggunakan seat belt, dan buka kaca untuk berjaga-jaga jika harus evakuasi dari mobil

15. Yang teraman adalah berhentilah sebelum melewati banjir, dan menunggu hingga surut. Karena jika memaksakan bisa berpotensi keseret arus atau kesetrum karena aliran listrik PLN bocor.

Editor : Mia Chitra Dinisari

Monday, 15 May 2017

Makin Ngeri... Ini 5 Tips Aman Mengemudi saat Hujan Deras!

http://otomotif.kompas.com/read/2017/05/05/084028415/makin.ngeri.ini.5.tips.aman.mengemudi.saat.hujan.deras
DIMAS WAHYU, HARIS PRAHARA


Ilustrasi berkendara saat musim hujan(cdn5.bmag.co.au)

KOMPAS.com – Pernahkah Anda harus mengemudi malam hari di tengah hujan deras? Secara alamiah, rasa waswas mungkin saja muncul terkait kondisi jalan yang licin hingga tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.
Lalu, bagaimana kiat berkendara dengan aman dan juga nyaman saat hujan deras? Berikut sejumlah tipsnya:


1.    Perlambat laju kendaraan

Hujan deras tentu membuat jalanan licin dan juga jarak pandang terbatas. Itulah sebabnya seorang pengemudi harus menyetir lebih lambat untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Seperti dikutip dari laman defensivedriving, Selasa (5/5/2015), kecepatan ideal mengemudi saat hujan deras adalah 20-30 kilometer per jam lebih lambat dibandingkan kondisi normal.

Hal itu akan membuat pengemudi memiliki kontrol lebih baik atas kendaraannya.

2.    Hindari pengereman mendadak

Selain kecepatan kendaraan, hal lain yang harus diperhatikan adalah pengereman. Pengemudi seyogianya tak mengerem secara mendadak saat hujan deras.

Sesuatu yang membahayakan pengemudi saat pengereman mendadak adalah aquaplaning. Ini merupakan kondisi mobil meluncur hilang kendali dalam kecepatan tinggi saat roda menginjak genangan sehingga roda seakan-akan melayang.

Itulah sebabnya penting bagi pengemudi untuk mengerem dengan cermat saat hujan deras dan juga memastikan kondisi rem selalu dalam kondisi prima.

3.    Perhatikan jarak aman kendaraan

Berdasarkan penelitian lembaga keselamatan berkendara, Brake, dalam situsnya, Jumat (8/1/2016), satu dari lima pengemudi (sekitar 22 persen) kesulitan untuk memperkirakan jarak mobil yang dikendarai dengan kendaraan di depannya saat hujan deras.

Lebih lanjut, menurut hasil penelitian itu, sebanyak 21 persen pengemudi lainnya ternyata tak menyisihkan cukup jarak dengan kendaraan di depannya saat hujan deras.

Artinya, jika pengemudi mengerem kendaraannya secara mendadak, maka kecelakaan serius bisa saja tidak terhindarkan.

Karena itu, jagalah selalu jarak aman kendaraan dengan kendaraan di depan Anda.

4.    Manfaatkan lampu kendaraan

Saat mengemudi di tengah hujan deras, lampu kendaraan tentu menjadi salah satu faktor penting.

Seperti ditulis telegraph.co.uk, Kamis (24/12/2015), lampu depan yang cukup terang membuat pengemudi merasa percaya diri saat menyetir, seperti yang umum pada kendaraan-kendaraan modern, yakni menggunakan lampu light emitting diode (LED).

Tampilan Ayla terlihat lebih segar dengan pilihan mesin baru, 1.2L.(Donny A/KompasOtomotif)

Lampu bertipe LED pun, menurut digikey.com, Selasa (30/6/2015), lebih tahan lama hingga lebih dari 10 tahun dibandingkan lampu non-LED.
Selain itu, lampu jenis ini tidak menghasilkan panas seperti lampu halogen sehingga lebih hemat energi dan membuat aki bertahan lebih lama.

Lampu penting lainnya adalah sein. Maka dari itu, pastikan untuk selalu menyalakan lampu ini saat akan berbelok atau berpindah jalur.

Akan lebih baik pula bila lampu sein juga terpasang di kaca spion sehingga lebih memudahkan pengemudi lain yang datang dari samping.

5.    Pengecekan berkala

Biasakan selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat. Terlebih lagi, saat hujan deras, pengendara harus memastikan kondisi kendaraannya prima. Salah satunya adalah karet wiper.

Jangan sampai wiper tidak mampu menyapu air hujan dari permukaan kaca depan dengan bersih.

Akan lebih tenang juga jika mobil memiliki wiper belakang. Tujuannya tentu memudahkan pemantauan kondisi di buntut mobil secara lebih jelas, apalagi saat mundur.

Tarikan agak berat di awal, sebagai kompensasi irit BBM.(KompasOtomotif-Donny Apriliananda)

Berkaca pada kebutuhan-kebutuhan di atas, alangkah bijaknya bila Anda sejak awal mempertimbangkan spesifikasi mobil yang akan dibeli, di samping memang mempertimbangkan budget.

Mobil berharga terjangkau, low cost green car (LCGC) New Astra Daihatsu Ayla, sendiri kini punya fitur-fitur yang bisa digunakan saat menyetir kala hujan deras, seperti sudah dipaparkan di atas.

Meski LCGC, Ayla baru kini punya lampu depan proyektor dengan lampu posisi LED, lampu siang yang juga LED (DRL), wiper belakang, dan reflektor belakang.