Thursday, 26 November 2015

Air Saja Tidak Cukup buat Bersihkan Kaca Mobil

http://www.otomania.com/read/2015/11/26/092100330/Air.Saja.Tidak.Cukup.buat.Bersihkan.Kaca.Mobil


Youtube.Com
Ilustrasi cairan wiper

Jakarta, Otomania - Cairan wiper atau washer reservoir menjadi alat yang tak kalah penting untuk selalu diperhatikan. Baik saat Musim Hujan maupun panas, peran dari air wiper cukup besar untuk mengusir debu maupun kotoran yang menepel pada kaca yang menggangu visibilitas.

Bagi kebanyakan orang, cairan wiper bisa hanya dengan mengandalkan air biasa. Tapi hal ini justru salah, karena cairan pembersih yang baik juga bisa menghilangkan minyak dan noda yang melekat pada kaca.

"Cairan wiper itu fungsinya untuk membersihkan kaca, jadi kalau hanya air saja tidak cukup. Di jalan raya bukan hanya debu saja yang bisa melekat pada kaca, kotoraan lain seperti minyak hasil buangan knalpot kendaraan lain juga bisa melekat, kalau pakai air tentu tidak akan hilang," ucap ujar Indah Yuliana, Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang kepada Otomania, Rabu (25/11/2015).

Saat ini banyak cairan pembersih aftermarket yang beredar di pasaran. Tapi ketikan akan membelinya usahakan tidak memilih yang menggandung banyak diterjen dan alkohol.


Youtube.Com
Ilustrasi cairan wiper

"Efek dari kebanyakan deterjen cukup buruk. Dengan banyaknya busa, bila dibiarkan mengering akan meninggalkan kerak saat panas, selain itu juga membuat lubang nosel tersumbat. Sedangkan yang memiliki kandungan alkohol, bila dipakai rutin bisa merusak kaca," kata Indah.

Menurutnya, saat memilih cairan wiper upayakan untuk memilih produk yang pling ramah. Dalam arti, tidak banyak deterjen dan alkohol dalam. Dengan begitu kaca bisa bersih tanpa ada risiko rusak.

Penulis: Stanly Ravel
Editor: Azwar Ferdian

Monday, 23 November 2015

Orang Pintar Tahu Kapan Mengaktifkan Lampu Hazard

http://www.otomania.com/read/2015/11/22/164000130/Orang.Pintar.Tahu.Kapan.Mengaktifkan.Lampu.Hazard


www.Team-Bhp.Com
Salah kaprah penggunaan lampu hazard

Jakarta, Otomania - Banyak pengemudi mobil belum mengerti fungsi dari lampu hazard. Apalagi di Musim Hujan seperti sekarang, tidak sedikit yang melakukan kesalahan ini.

Saat melintas di jalan raya atau tol dengan kondisi diguyur hujan lebat, masih banyak yang menyalakan lampu hazard tanpa mengerti apa konsekuensinya bagi pengguna jalan lain. 

"Lampu hazard itu dinyalakan saat sedang mengalami keadaan darurat. Misalnya seperti sedang mengalami mogok di tengah jalan, tabrakan, atau mengganti ban di pinggir jalan yang sifatnya mobil berhenti. Sampai saat ini banyak yang salah kaprah dan tidak mengerti akibatnya," ucap Jusri Pulubuhu, punggawa Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada Otomania, Sabtu (21/11/2015).

Menurutnya, efek menyalakan hazard di saat hujan lebat bisa membahayakan pengendara lain, terutama yang ada di belakang. 

Bias dari sinar lampu hazard yang selalu berkelip bisa membuat pandangan pengendara di belakang silau hingga hilang orientasi. Selain itu juga membingungkan pengendara lain yang mengerti dan paham dengan lalu lintas. 


Automotiveaddicts.Com
Salah kaprah lampu hazard

Bukan hanya di saat hujan, salah kaprah penggunaan lampu hazard juga sering dilakukan saat melintasi terowongan, kabut dan lain sebagainya. Tujuanya sebagai penanda, tapi hal ini justru salah karena bisa merugikan orang lain.

"Ini salah satu faktor kesalahan yang sudah berakar cukup lama. Efek dari kurangnya edukasi mengenai fungsi dan lalu lintas sampai lemahnya hukum di Indonesia. Tidak ada sangsi tegas untuk hal ini. Parahnya lagi aparat kita saat konvoi juga melakukan hal yang sama, secara tidak langsung ini mencontohkan yang tidak baik. Perilaku ini jangan di bawa ke negara lain, karena saat melakukan di negara lain anda bisa langsung ditilang, atau parahnya lagi dimaki banyak orang," ucapnya.

Penulis: Stanly Ravel
Editor: Aris F Harvenda

Saturday, 24 October 2015

Cara Tepat Hilangkan Noda Aspal pada Bodi Mobil

http://www.otomania.com/read/2015/10/23/142100330/Cara.Tepat.Hilangkan.Noda.Aspal.pada.Bodi.Mobil


Www.Youtube.Com

Jakarta, Otomania - Aspal yang menempel pada bodi mobil menjadi noda yang sangat menggangu, terutama untuk yang berkelir putih. Membersihkanya pun perlu cara dan cairan khusus, tidak bisa hanya mengandalakan air dan sabun biasa saja. 

Meski dipasaran banyak yang menjajakan cairan yang diklaim ampuh membersihkan aspal pada bodi maupun pelek mobil tapi tetap harus pintar memilih. Hal ini dikarena cairan memiliki kandungan zat kimia, jadi bila salah pilih justru bisa lapisan cleanercat atau bahkan warna catnya sendiri. 

"Menghilangkan noda aspal pada bodi mobil dan pelek harus menggunakan cairan khusus, bisanya disebut degreaser. Tapi jenisdegreaser yang digunakan khusus untuk bodi bahanya lebih softdari yang untuk membersihkan mesin," ucap Daniel Yoga, pemilik jasa auto detailing Gloss Geek saat dihubungi Otomania, Jakarta (23/10/2015).

Cairan ini memiliki unsur zat kimia yang bisa melunakan aspal. Ketika sudah lunak tinggal di bersihkan menggunakan lap, tapi yang perlu diingat jangan asal tekan ketika membersihkannya. 


www.Nusaadv.Com
Degreaser untuk bodi mobil

"Meski lebih soft dari cairan lain tapi saat praktek jangan terlalu tekan, usap halus saja sekitar permuakaan yang kena noda aspal agar lapisan cleaner bodi tetap aman. Setelah bersih tinggal dilap kering menggunakan kain majun," ujarnya.

Cairan degreaser sendiri banyak tersedia di pasaran. Untuk harganya relatif tinggi, apalagi bagi yang sudah dilebel dengan merek terkenal. Tapi Daniel menawarkan pilihan lain dengan rentan harga yang lebih murah, menurutnya degreaser juga disediakan di toko-toko kimia dengan harga yang relatif lebih murah.

Penulis: Stanly Ravel
Editor: Azwar Ferdian

Sunday, 6 September 2015

Sparepart yang Diganti Tiap Beberapa Kilometer (Mobil Baru)

http://www.mobilku.org/2015/03/sparepart-yang-diganti-tiap-beberapa.html



Nah pecinta otomotif mungkin sedikit bingung saat memiliki mobil baru terutama jika baru pertama kali membeli mobil baru, saat service rutin komponen apa saja yang perlu diganti. Kali ini www.mobilku.org menyajikan tabel komponen yang perlu diganti tiap 1000 kilometer, 10.000 kilometer, 20.000 km sampai 80.000 km.

Mobil baru bisa dikatakan wajib untuk melakukan service pada km 1000 pertama, hal ini untuk mengetahui kerusakan dini dan mencegah potensi kerusakan yang bisa terjadi jika tidak dilakukan cek up, berikut adalah apa saja yang perlu diganti dan pada kilometer berapa?




  • Service 1000 km, pada 1000 km pertama ini biasanya ditanyakan keluhan yang dialami, kemudian dilakukan general check up (emisi gas buang, body, chassis, oli mesin, sistem pendingin mesin, minyak rem, kopling dan power steering). Pada 1000 kilometer ini biasanya tidak dilakukan penggantianakan.
  • service 10.000 km, pada km ke 10.000 selain dilakukan cek juga dilakukan penggantian oli mesin dan filter oli
  • service 20.000 dilakukan penggantian oli mesin, busi, kampas rem, filter AC dan filter oli
  • service 30.000 km seperti service 10.000 km (penggantian oli mesin dan filter oli)
  • Service 40.000 km, pada jarak tempuh ini mobil sudah waktunya service besar. Komponen yang diganti antara lain: tie rod, kampas rem, bearing roda, evaporator, minyak rem, kampas rem, pembersih rem (untuk sistem intake cleaner), fan belt, filter udara, filter AC, filter oli, oli mesin.
  • Service 80.000 dan kelipatan 40.000, bisa dikatakan service besar kedua part yang diganti sama dengan service 40.000 km akan tetapi plus penggantian oli transmisi, pada 80.000 km ini juga dilakukan cek atau penggantian kampas kopling jika diperlukan karena biasanya kampas kopling sudah waktunya mengganti pada 80.000 km.

Menurut bengkel resmi auto 2000 milik toyota, service berkala paling ideal dilakukan tiap 10.000 km (jika terlalu sering mahal di ongkos service, jika terlalu lama tidak diservice mobil juga kurang enak).



Tips
nah di atas adalah patokan standart akan tetapi pecinta otomotif juga bisa mengira-ngira sendiri kapan waktunya mengganti sparepart, jika pecinta otomotif memakai mobil pada medan-medan yang berat misalnya medan pegunungan ataupun kota yang macet tentunya penggantian komponen lebih baik dibawah dari km yang sudah disebutkan di atas, ilustrasinya jika dipakai di jalanan macet sepanjang 10 km dan mesin berputar selama 2 jam (pada odometer tercatat 10 km) tentunya berbeda jika jalan tidak macet (pada odometer tercatat 10 km tapi mesin bekerja hanya 10 menit). pada jalanan macet penggantian oli harus lebih sering.

Pecinta otomotif juga bisa bertanya pada teknisi saat melakukan service pertama kali tentang kapan harus mengganti kampas rem, busi, oli, dll yang masih dirasa belum jelas. Berikut adalah artikel yang bermanfaat mengenai berapa km oli mesin harus diganti

1. ganti oli mesin setiap 3000 km sampai 5000 km

2. ganti oli pada mobil matic, jangan salah ganti oli

Pentingnya 1.000 km Pertama di Mobil Baru


http://tips.autobild.co.id/read/2013/12/16/9048/51/15/Pentingnya-1.000-km-Pertama-di-Mobil-Baru
By : Prasetyo Adhi



Memiliki mobil baru memang menjadi kesenangan tersendiri, apalagi jika mobil tersebut sudah lama diidam-idamkan. Namun mengendarai mobil baru ternyata butuh perlakuan khusus demi menjaga daya tahan seluruh komponen yang ada pada mobil tersebut.

Inreyen atau Break-In, merupakan kondisi dimana mobil yang baru saja keluar dari pabrik perlu beradaptasi dengan kondisi jalan raya sebenarnya. Banyak yang menyebut jika inreyen pada mobil-mobil baru modern saat ini sudah tidak diperlukan lagi.

Tingkat kepresisian yang tinggi dan pengujian yang kompleks, membuat mesin modern telah mampu bekerja mendekati optimal sejak ia dirakit di dalam proses produksi di dalam pabrik. Penggunaan material dengan tingkat pemuaian yang rendah serta memiliki kekuatan yang lebih baik dari mesin era 1990-an, kian mengikis tidak diperlukannya lagi inreyen di mobil baru.

“Mungkin dulu iya, tapi sekarang sudah tidak. Jika dulu tingkat finishingnya yang tidak terlalu bagus, maka hal itu sudah tidak terjadi lagi sekarang,” ujar Workshop Head Tunas Daihatsu Matraman, Purbo Widodo.

Meski demikian serangkaian perlakukan khusus pada mobil baru tetap perlu jadi perhatian Anda. Walau bagaimana pun, mobil tetap buatan manusia. Beragam kemungkinan sistem tidak bekerja, tetap saja dapat terjadi, meski Quality Control sudah dibuat seketat mungkin. Tidak ada salahnya, pemilik mobil baru perlu memperhatikan beberapa hal ini hingga 1.000 km pertama.

Cek List Komponen Safety di Mobil
Meski sudah diperiksa oleh dealer saat serah terima kendaraan, tidak ada salahnya untuk memeriksa kembali beberapa komponen penting di mobil. Dari jumlah oli mesin, transmisi, air wiper dan minyak rem. Kemudian pastikan seluruh lampu bekerja dan sistem seperti rem dan kopling berjalan sempurna saat serah terima mobil berlangsung.

Tekanan Angin Ban
Saat proses pengiriman mobil, pabrik mobil selalu memberikan tekanan angin maksimal di seluruh roda. Hal ini penting agar kualitas ban tetap terjaga saat diterima konsumen.

Nah, proses penyesuaian ini kerap terlewatkan oleh dealer. Jangan heran bila bantingan mobil baru Anda terasa keras dari semestinya. Untuk itu, sesuaikan tekanan angin ban dengan berpatokan pada rekomendasi pabrikan.


Lakukan deselerasi secara halus


Jaga putaran mesin agar komponen bergerak dapat beradaptasi dengan optimal

Jaga Putaran Mesin
Meski memiliki tingkat kepresisian yang tinggi, penyesuaian antar komponen bergerak di dalam mesin pun tetap di butuhkan. Bedanya, kini mesin modern tidak lagi memerlukan jarak tempuh yang jauh agar seluruh komponen bergerak saling ‘klik’ untuk memberikan performa mesin optimalnya.

Berkendaralah dengan lembut. Pasalnya pada mobil baru komponen mesin belum berada pada kondisi optimal sehingga dibutuhkan penyesuaian, seperti ring piston dengan dinding silinder atau camshaft dengan pelatuk klep dan lainnya.

Usahakan jangan menggunakan posisi gigi pada satu kecepatan tinggi dalam waktu yang lama. Dengan demikian seluruh bagian transmisi bisa terlumasi sempurna. Variasi kecepatan juga dibutuhkan selama mobil menempuh jarak hingga 1.000 km pertama.

Rem Mendadak
Hindari pengereman mendadak, kecuali dalam kondisi emergency. Selain demi alasan keselamatan, Anda juga perlu waktu beradaptasi terhadap karakter rem mobil baru Anda. Tak hanya itu, potensial problem di rem pun akan dapat terdeteksi lebih awal, tanpa ada resiko kecelakaan.

Engine Brake
Deselerasi dengan bantuan mesin sebaiknya jangan dilakukan di awal Anda menerima mobil. Pasalnya, saat engine brake, suhu dan beban komponen bergerak di dalam mesin akan meningkat drastis. Hal ini tentu membuat komponen baru bekerja ekstra akibat tingkat pemuaian yang terjadi secara tiba-tiba. Lakukan atau gunakan engine brake saat jarak tempuh mobil baru Anda mendekati 1.000 km.

Fitur-fitur mobil
Setiap mobil memiliki fitur yang berbeda-beda dibanding mobil lainnya, ini biasanya berkaitan dengan model, tipe, dan harga dari mobil itu sendiri. Pelajari setiap fitur yang ada pada mobil Anda, mulai dari power steering, ABS, EBD, audio system, lampu-lampu, hingga parking sensor.

Semua fitur-fitur tesrebut dijelaskan pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan (User Manual) yang Anda terima dari pihak dealer ketika mobil Anda pertama kali tiba ke tangan Anda. Pastikan semua fitur bekerja normal dan tidak mengalami gejala kerusakan.


Pahami beragam fitur agar berkendara Anda kian optimal


Sesuaikan tekanan angin ban sebelum digunakan


Pahami posisi tool kit di mobil baru Anda

Beban Muatan
Sebenarnya baik mobil baru maupun mobil bekas harus memperhatikan beban muatan dari kendaraan itu sendiri. Jika mobil hanya disarankan maksimal menampung beban lima orang, jangan paksakan hingga 7 atau 8 orang. Semua itu demi keselamatan Anda dan keluarga serta memperpanjang usia pakai sistem kaki-kaki kendaraan Anda.

Servis 1.000 Km Pertama
Inilah akhir dari fase penyesuaian kendaraan baru Anda. Perawatan 1.000 km sangat penting bagi pemilik mobil dan produsen mobil bersangkutan. Pasalnya, produsen mobil baru dapat kembali memantau kondisi produknya sejak mobil tersebut dirakit.

Jadi, jangan pernah abaikan servis pertama (1.000 km) mobil baru Anda. Pada servis pertama ini, seluruh komponen mobil Anda akan diperiksa oleh mekanik bengkel resmi. Mulai dari eksterior, interior, hingga mesin. Mekanik juga akan memeriksa semua baut-baut, selang-selang, sambungan-sambungan baik pada mesin maupun komponen lain sehingga dipastikan tidak terjadi malfungsi.

Jika selama pemakaian 0-1000 km pertama Anda mobil mengalami keluhan atau kerusakan, jangan sungkan untuk menanyakannya dengan pihak bengkel agar dapat langsung terdeteksi beragam potensial kerusakan yang mungkin terjadi.

Meski dalam paduan perawatan tidak memerlukan penggantian pelumas mesin, tak ada salahnya untuk Anda mengganti pelumas dan filternya. Hal ini dikarenakan pelumas di mesin telah hadir sejak mesin tersebut dirakit dan meminimalkan kotoran atau serbuk besi akibat penyesuaian antar komponen bergerak di dalam mesin.

Monday, 31 August 2015

Rem "Blong" atau Ban Meledak, Ini Antisipasi Darurat

http://otomotif.kompas.com/read/2015/07/20/101000915/Rem.Blong.atau.Ban.Meledak.Ini.Antisipasi.Darurat


Shutterstock
Ban kempis setelah meledak

Jakarta, KompasOtomotif - Banyak hal yang terjadi dan bisa merepotkan, atau jadi penghalang saat melakukan perjalanan menggunakan mobil saat mudik berlibur. Kendati langkah antisipasi telah dilakukan dengan melakukan pengecekan, namun apa daya kalau "apes" menyerang. Rem blong dan ban meledak saat mobil melaju menjadi momok terbesar pengemudi saat berkendara. Jika tidak diantisipasi dengan baik saat hal tersebut terjadi, sudah pasti akan menimbulkan kecelakaan. 

Penanganan dengan benar jadi kunci keselamatan. Berikut langkah antisipasi yang disampaikan Alvin Bahar, pebalap mobil nasional dan Teddy Jusman, Kepala Mekanik SS Performance, ketika terjadi rem blong atau ban meledak tiba-tiba saat berkendara.

Rem blong

Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain sirkuit cairan rem bocor, angin palsu (ada udara di sirkuit rem karena terjadi pemuaian) dan suhu cairan meninggi.
Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu juga dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

Ban meledak

Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengerem secara mendadak seperti membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasal dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebaskan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. "Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan," beber Alvin.

Bila yang pecah ban belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.
Semoga bermanfaat.

Editor: Aris F Harvenda

Saturday, 15 August 2015

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

http://www.otosia.com/tips/tips-berkendara-cerdas-saat-musim-hujan-dari-chevrolet.html

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Otosia.com - Kini musim penghujan telah tiba. Mengemudi di kala hujan dengan kondisi jalan yang licin tentu berbeda jika dalam kondisi kering. Sudah saatnya pengendara lebih berhati-hati saat mengemudi di permukaan jalan yang diguyur hujan dan disertai tantangan lain seperti berkurangnya visibilitas, jalanan licin, genangan air, serta rintangan lain yang tak terduga seperti pohon tumbang.



Dalam kondisi ini, pengendara memerlukan penyesuaian cara mengemudi dan kewaspadaan ekstra dalam memeriksa kondisi mobil agar tetap prima.
Chevrolet sebagai brand kendaraan yang mengedepankan keamanan dan keselamatan setiap pengendara berbagi tips saat berkendara di musim hujan


"Meskipun kini kendaraan sudah didesain dengan cukup modern, pemanfaatan teknologi perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan. Oleh karena itu, dengan mengikuti saran-saran berikut, pengendara akan siap menghadapi jalanan yang basah sekalipun. Teknisi kami di diler juga dapat membantu pelanggan memastikan kendaraan mereka tetap prima untuk menghadapi musim hujan," kata Dadan Ramadhani, Customer Care Director, General Motors Indonesia.
Berikut tips aman berkendara saat busim hujan dari Chevrolet:
1. Perhatikan Kelengkapan Mobil

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Nyalakan lampu utama untuk membantu penglihatan Anda saat kondisi jalan sudah minim cahaya dan berkabut. Pergunakan lampu kabut jika kendaraan sudah dilengkapi dengan lampu jenis ini.

Usahakan tidak menggunakan lampu hazard kecuali mobil yang Anda kendarai menjadi hambatan yang harus dihindari oleh pengendara lain. Pastikan wiper dalam kondisi yang baik karena wiper yang aus tidak menyapu air secara efisien. Akibatnya, guyuran air di kaca depan mobil akan menurunkan tingkat visibilitas.

2. Tekanan Ban Cukup

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Periksa tekanan dan alur ban mobil. Tekanan yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Sebaliknya, kurangnya tekanan ban mobil akan menyebabkan mobil lebih mudah selip di jalanan basah.

3. Penggunaan Cruise Control

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Sistem cruise control sebaiknya tidak difungsikan pada jalanan basah. Cruise control berperan mempercepat atau memperlambat kendaraan untuk tetap dalam kecepatan yang telah ditetapkan.
Ketika ban kehilangan cengkeraman di jalanan basah, roda secara alami akan mulai melambat dan akan terus melambat sampai perubahannya sesuai dengan kecepatan kendaraan yang sebenarnya saat titik cengkeraman dikembalikan.
Jika Cruise Control diaktifkan, sistem akan mendeteksi perlambatan dan akan mencoba untuk mempercepat untuk meningkatkan kecepatan lagi. Hal ini akan menyebabkan satu atau seluruh ban kehilangan cengkeraman sepenuhnya. Keadaan ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali terhadap kendaraan sepenuhnya.

4. Menghindari Aquaplaning

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Perlambat kendaraan saat melintasi genangan air untuk mengecilkan resiko terjadinya selip dan menambah jarak aman dengan kendaraan di depan. Kecepatan yang lebih rendah juga mengurangi kemungkinan terjadinya selip disebabkan genangan air (aquaplaning). Situasi ini terjadi ketika tapak dalam ban tidak lagi menyalurkan air dari permukaan jalan. Akibatnya, ban mulai "mengambang" pada lapisan air dan dari titik ini, ban (dan kendaraan) akan tergelincir.
Pengendara dapat menyadari aquaplaning ketika kemudi tiba-tiba terasa ringan dan kendaraan tidak merespon gerakan kemudi. Gejala lain adalah pengendara melihat putaran mesin (RPM) naik turun secara tiba-tiba namun tanpa peningkatan kecepatan.


Hal ini biasanya disertai dengan perasaan kendaraan "berkedut" (ketika ban sejenak kehilangan pegangan, sebelum mendapatkan kembali kendalinya). Ini adalah tanda bahwa ban Anda mulai mengalami aquaplane.
Ketika aquaplaning terjadi, pengemudi harus mengurangi kecepatan tanpa melakukan pengereman dengan cara mengurangi akselerasi secara bertahap. Tunggu kendaraan hingga melambat dan memungkinkan ban untuk mendapatkan kembali cengkeraman. Jika kendaraan mulai tergelincir, pengemudi harus menjaga kemudi ke arah yang dituju sampai mobil tersebut berjalan lurus lagi. Jaga tekanan konstan dan ringan pada pedal gas. Mengemudi secara halus adalah kuncinya.

5. Waspada Jalanan Banjir

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Usahakan untuk tidak melintasi jalan yang sudah tergenang banjir lebih dari setengah ban mobil. Periksa juga sampai kedalaman berapa kendaraan dapat terendam oleh air. Jika Anda harus melalui jalan yang tergenang, arahkan kendaraan anda ke bagian tertinggi jalan, karena air berada pada titik dangkal di titik tersebut. Gunakan gigi rendah - pertama atau "L" tergantung pada jenis transmisi. Jaga kecepatan konstan.
Jangan angkat kaki Anda dari pedal gas. Mesin yang melambat dapat membiarkan air masuk melalui pipa knalpot dan merusak catalytic converter. Anda juga tidak ingin filter udara depan ditembus oleh air, jadi mengemudilah dengan sangat lambat. Dalam kasus tersebut, kerusakan akan menjadi berat dan membutuhkan perbaikan yang cukup mahal.
Masuklah ke dalam genangan dengan kecepatan tidak lebih dari 3 km/jam dan tambah menjadi 6 km/jam ketika Anda sudah berada di tengah genangan. Ini akan menciptakan gelombang haluan di depan kendaraan dan mengurangi air di sekitar mesin, mengurangi kemungkinan induksi air melalui saringan udara, dan juga kerusakan komponen listrik dan elektronik. Kecepatan lebih tinggi dari ini hanya akan mendorong air ke dalam mesin melalui grille depan.


Pastikan hanya ada satu kendaraan ketika anda melewati genangan agar Anda tidak harus berhenti jika kendaraan di depan anda berhenti. Pastikan tidak ada kendaraan yang mengarah ke kendaraan Anda, karena ombak kecil yang ditimbulkan dapat mendorong air masuk ke kendaraan Anda, terutama jika gelombang air bergerak dengan kecepatan yang kencang.
Setelah keluar dari genangan, gunakan rem dengan perlahan untuk mengeringkannya. Injak rem dengan kaki kiri Anda jika Anda sudah familiar dengan teknik ini. Lepas ketika Anda merasa rem mulai bekerja. Berhentilah sejenak untuk memeriksa dan memastikan tidak ada sampah seperti kantong plastik atau kotoran lain yang menempel di kisi-kisi radiator atau sirip belakangnya.

6. Mengemudi Dengan Cerdas

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Mengemudilah secara halus dan hindari pengereman mendadak atau membelokkan kemudi secara tiba-tiba karena hal tersebut dapat memggoyahkan cengkeraman kendaraan Anda. Rem sebelum Anda memasuki tikungan. Tambah kecepatan secara halus.
Tetap berada di jalur tengah atau di dekatnya, atau di puncak jalan, karena air cenderung berkumpul di tepi jalan. Ingatlah untuk tidak menghambat pengendara lain yang bergerak lebih cepat – jangan membuat peraturan lalu lintas sendiri.
Jaga jarak dengan kendaraan yang berada di depan untuk menghindari semprotan yang menyebabkan kaca kotor. Hal ini penting terutama jika Anda berada di belakang kendaraan yang berukuran besar. Jika memungkinkan, mengemudilah di jalur yang ditinggalkan oleh kendaraan di depan karena bagian ini lebih kering dari bagian lain di jalan.

11 TIPS Merawat AC Mobil

Globalindo Niaga Prima
http://www.globalindoprima.com/tips-trik/tips-merawat-ac-mobil

Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar seperti Jakarta kalau AC ngadat atau tak dingin, keadaan pun jadi serba salah kaca jendela kalau dibuka, masalah keamanan, debu dan asap kendaraan akan masuk, namun jika ditutup ruangan akan terasa panas dan pengap,gangguan pada AC biasanya lantaran kurang perawatan. Tips berikut ini dapat membantu Anda melakukan perawatan AC sendiri sebelum kondisi AC menjadi rusak berat:
  1. Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Terutama lembar รข€“ lembar karpet yang didepan karena akan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi jamur dan spora sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak enak bila pertama kali AC dihidupkan. Coba bersihkan secara lebar lembar karpet tersebut.

  2. Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak didepan radiator) kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor.

  3. Memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama, Karena kalau di tempat panas biasanya pas pengemudi masuk, ruang dalam cukup panas dan mengakibatkan membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun ikut tinggi.

  4. Perisalah Extra Fan (kipas) yang didepan Condensor apakah hidup bila Ac dihidupkan. Bila tidak segera ganti, akan mengakibatkan Compressor rusak atau selang high press bisa meledak.

  5. Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator nikotinnya yang lengket dan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang.
  6. Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang dengan menurunkan temperaturnya.

  7. Sebelum menghidupkan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil baru hidupkan AC. Begitupun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu bila mau matikan mesin.

  8. Jangan memakai pengharum wewangian yang mutunya kurang jelas, akan menimbulkan bau dan susah dibersihkan. Dan jangan memakai pengharum model colok ke grill sebab sering terjadi patah. (karena sebagian Grill susah dapat dibeli dipasaran).

  9. Kalau ada gejala yang tidak biasa seperti AC kurang dingin lebih baik segera ke bengkel specialist ac mobil, agar tidak terlanjur rusak yang mengakibatkan biaya tinggi.

  10. Lakukan perwatan max sebulan sekali dengan cara membersihkan kerak-kerak, karat, debu, kotoran, minyak oil pada coil-coil, sirip-sirip AC dengan megunakan pembersih yang kuat dan diformulasikan secara khusus.

  11. Lakukan perawatan rutin AC. Sangat disarankan setahun sekali, yang perlu diganti Receiver Dryer, Oil Compressor, services Blower, Evaporator, kuras Condensor dan Freon. Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi Componen AC menjadi lebih lama, juga akan membuat udara segar yang berembus selalu segar.

Mobil "Ngelitik" Saat Diajak Ngebut, Jangan Panik!


http://otomotif.kompas.com/read/2015/08/14/070100715/Mobil.Ngelitik.Saat.Diajak.Ngebut.Jangan.Panik
Penulis: Donny Apriliananda


Febri Ardani
(ilustrasi) Ford Fiesta EcoBoost 1.0L saat digeber dalam kecepatan tinggi.

Jakarta, KompasOtomotif – Setelah KompasOtomotif membahas bagaimana mengatasi suara knocking (ngelitikpada saat putaran mesin (RPM) rendah, yang juga sering dijumpai adalah penyakit ngelitik saat mobil melaju kencang di RPM tinggi.

Tanda-tandanya, saat berjalan kencang, lalu secara tiba-tiba menginjak pedal gas lebih dalam untuk menambah kecepatan, terdengar bunyi ngelitik yang cukup keras. Jangan panik, asal segera dicek dan diatasi, gejala tersebut akan hilang.

Rusdi Sopiandi, pemilik bengkel Fendryss, spesialis mobil Korea yang juga menerima merek lain di Jl. Raya Pondok Kelapa, Jakarta Timur, (10/8/2015), mengatakan bahwa gejala ngelitik pada RPM rendah dan tinggi penyebabnya berbeda.

Saat ngelitik pada rpm tinggi, ada beberapa hal dna komponen yang jarus dicek. Berikut daftarnya:

  1. Bahan bakar. Apakah bahan bakar atau bensin yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi kendaraan kita? ”Ada baiknya disesuaikan dengan perbandingan rasio kompresi yang tercatat di buku manual. Kalau sudah dipenuhi, dan masih ngelitik, cek bagian lain,” ujar Rusdi.
  2. Busi, pemakaian model busi yang tidak sesuai tipe mesin juga menjadi faktor penyebab ngelitik di RPM tinggi.
  3. Kotoran karbon menumpuk pada tiga kompone, yaitu injektor bensin,valve atau klep, atau penumpukan karbon pada permukaan piston. Sebaiknya dibersihkan atau diganti bila ada kenjagalan lain di komponen tersebut.
  4. Kebocoran vacuum pada inject manifold. Kurangnya tingkat hisap pada inject manifold menyebabkan banyaknya kadar oksigen pada komponen ini, sehingga mobil terasa berat pada RPM tinggi.
  5. Periksa komponen seperti sensor MAF atau sensor air flow meter. Karena kedua sensor tersebut sangat dominan menjadi penyebab ngelitik. Bila tidak sesuai ukuran voltase dan ohm, lakukan pergantian sensor tersebut.
  6. Filter udara kotor. Rajinlah membersihkan filter udara minimal sebulan sekali. Karna bila kotor aliran udara akan tersumbat dan bahan bakarpun akan menjadi boros. Sedangkan tenaga berkurang akibat ruang bakar tidak mencukupi udara.