Monday, 31 August 2015

Rem "Blong" atau Ban Meledak, Ini Antisipasi Darurat

http://otomotif.kompas.com/read/2015/07/20/101000915/Rem.Blong.atau.Ban.Meledak.Ini.Antisipasi.Darurat


Shutterstock
Ban kempis setelah meledak

Jakarta, KompasOtomotif - Banyak hal yang terjadi dan bisa merepotkan, atau jadi penghalang saat melakukan perjalanan menggunakan mobil saat mudik berlibur. Kendati langkah antisipasi telah dilakukan dengan melakukan pengecekan, namun apa daya kalau "apes" menyerang. Rem blong dan ban meledak saat mobil melaju menjadi momok terbesar pengemudi saat berkendara. Jika tidak diantisipasi dengan baik saat hal tersebut terjadi, sudah pasti akan menimbulkan kecelakaan. 

Penanganan dengan benar jadi kunci keselamatan. Berikut langkah antisipasi yang disampaikan Alvin Bahar, pebalap mobil nasional dan Teddy Jusman, Kepala Mekanik SS Performance, ketika terjadi rem blong atau ban meledak tiba-tiba saat berkendara.

Rem blong

Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain sirkuit cairan rem bocor, angin palsu (ada udara di sirkuit rem karena terjadi pemuaian) dan suhu cairan meninggi.
Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu juga dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

Ban meledak

Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengerem secara mendadak seperti membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasal dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebaskan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. "Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan," beber Alvin.

Bila yang pecah ban belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.
Semoga bermanfaat.

Editor: Aris F Harvenda

Saturday, 15 August 2015

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

http://www.otosia.com/tips/tips-berkendara-cerdas-saat-musim-hujan-dari-chevrolet.html

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Otosia.com - Kini musim penghujan telah tiba. Mengemudi di kala hujan dengan kondisi jalan yang licin tentu berbeda jika dalam kondisi kering. Sudah saatnya pengendara lebih berhati-hati saat mengemudi di permukaan jalan yang diguyur hujan dan disertai tantangan lain seperti berkurangnya visibilitas, jalanan licin, genangan air, serta rintangan lain yang tak terduga seperti pohon tumbang.



Dalam kondisi ini, pengendara memerlukan penyesuaian cara mengemudi dan kewaspadaan ekstra dalam memeriksa kondisi mobil agar tetap prima.
Chevrolet sebagai brand kendaraan yang mengedepankan keamanan dan keselamatan setiap pengendara berbagi tips saat berkendara di musim hujan


"Meskipun kini kendaraan sudah didesain dengan cukup modern, pemanfaatan teknologi perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan. Oleh karena itu, dengan mengikuti saran-saran berikut, pengendara akan siap menghadapi jalanan yang basah sekalipun. Teknisi kami di diler juga dapat membantu pelanggan memastikan kendaraan mereka tetap prima untuk menghadapi musim hujan," kata Dadan Ramadhani, Customer Care Director, General Motors Indonesia.
Berikut tips aman berkendara saat busim hujan dari Chevrolet:
1. Perhatikan Kelengkapan Mobil

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Nyalakan lampu utama untuk membantu penglihatan Anda saat kondisi jalan sudah minim cahaya dan berkabut. Pergunakan lampu kabut jika kendaraan sudah dilengkapi dengan lampu jenis ini.

Usahakan tidak menggunakan lampu hazard kecuali mobil yang Anda kendarai menjadi hambatan yang harus dihindari oleh pengendara lain. Pastikan wiper dalam kondisi yang baik karena wiper yang aus tidak menyapu air secara efisien. Akibatnya, guyuran air di kaca depan mobil akan menurunkan tingkat visibilitas.

2. Tekanan Ban Cukup

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Periksa tekanan dan alur ban mobil. Tekanan yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Sebaliknya, kurangnya tekanan ban mobil akan menyebabkan mobil lebih mudah selip di jalanan basah.

3. Penggunaan Cruise Control

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Sistem cruise control sebaiknya tidak difungsikan pada jalanan basah. Cruise control berperan mempercepat atau memperlambat kendaraan untuk tetap dalam kecepatan yang telah ditetapkan.
Ketika ban kehilangan cengkeraman di jalanan basah, roda secara alami akan mulai melambat dan akan terus melambat sampai perubahannya sesuai dengan kecepatan kendaraan yang sebenarnya saat titik cengkeraman dikembalikan.
Jika Cruise Control diaktifkan, sistem akan mendeteksi perlambatan dan akan mencoba untuk mempercepat untuk meningkatkan kecepatan lagi. Hal ini akan menyebabkan satu atau seluruh ban kehilangan cengkeraman sepenuhnya. Keadaan ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali terhadap kendaraan sepenuhnya.

4. Menghindari Aquaplaning

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Perlambat kendaraan saat melintasi genangan air untuk mengecilkan resiko terjadinya selip dan menambah jarak aman dengan kendaraan di depan. Kecepatan yang lebih rendah juga mengurangi kemungkinan terjadinya selip disebabkan genangan air (aquaplaning). Situasi ini terjadi ketika tapak dalam ban tidak lagi menyalurkan air dari permukaan jalan. Akibatnya, ban mulai "mengambang" pada lapisan air dan dari titik ini, ban (dan kendaraan) akan tergelincir.
Pengendara dapat menyadari aquaplaning ketika kemudi tiba-tiba terasa ringan dan kendaraan tidak merespon gerakan kemudi. Gejala lain adalah pengendara melihat putaran mesin (RPM) naik turun secara tiba-tiba namun tanpa peningkatan kecepatan.


Hal ini biasanya disertai dengan perasaan kendaraan "berkedut" (ketika ban sejenak kehilangan pegangan, sebelum mendapatkan kembali kendalinya). Ini adalah tanda bahwa ban Anda mulai mengalami aquaplane.
Ketika aquaplaning terjadi, pengemudi harus mengurangi kecepatan tanpa melakukan pengereman dengan cara mengurangi akselerasi secara bertahap. Tunggu kendaraan hingga melambat dan memungkinkan ban untuk mendapatkan kembali cengkeraman. Jika kendaraan mulai tergelincir, pengemudi harus menjaga kemudi ke arah yang dituju sampai mobil tersebut berjalan lurus lagi. Jaga tekanan konstan dan ringan pada pedal gas. Mengemudi secara halus adalah kuncinya.

5. Waspada Jalanan Banjir

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Usahakan untuk tidak melintasi jalan yang sudah tergenang banjir lebih dari setengah ban mobil. Periksa juga sampai kedalaman berapa kendaraan dapat terendam oleh air. Jika Anda harus melalui jalan yang tergenang, arahkan kendaraan anda ke bagian tertinggi jalan, karena air berada pada titik dangkal di titik tersebut. Gunakan gigi rendah - pertama atau "L" tergantung pada jenis transmisi. Jaga kecepatan konstan.
Jangan angkat kaki Anda dari pedal gas. Mesin yang melambat dapat membiarkan air masuk melalui pipa knalpot dan merusak catalytic converter. Anda juga tidak ingin filter udara depan ditembus oleh air, jadi mengemudilah dengan sangat lambat. Dalam kasus tersebut, kerusakan akan menjadi berat dan membutuhkan perbaikan yang cukup mahal.
Masuklah ke dalam genangan dengan kecepatan tidak lebih dari 3 km/jam dan tambah menjadi 6 km/jam ketika Anda sudah berada di tengah genangan. Ini akan menciptakan gelombang haluan di depan kendaraan dan mengurangi air di sekitar mesin, mengurangi kemungkinan induksi air melalui saringan udara, dan juga kerusakan komponen listrik dan elektronik. Kecepatan lebih tinggi dari ini hanya akan mendorong air ke dalam mesin melalui grille depan.


Pastikan hanya ada satu kendaraan ketika anda melewati genangan agar Anda tidak harus berhenti jika kendaraan di depan anda berhenti. Pastikan tidak ada kendaraan yang mengarah ke kendaraan Anda, karena ombak kecil yang ditimbulkan dapat mendorong air masuk ke kendaraan Anda, terutama jika gelombang air bergerak dengan kecepatan yang kencang.
Setelah keluar dari genangan, gunakan rem dengan perlahan untuk mengeringkannya. Injak rem dengan kaki kiri Anda jika Anda sudah familiar dengan teknik ini. Lepas ketika Anda merasa rem mulai bekerja. Berhentilah sejenak untuk memeriksa dan memastikan tidak ada sampah seperti kantong plastik atau kotoran lain yang menempel di kisi-kisi radiator atau sirip belakangnya.

6. Mengemudi Dengan Cerdas

Tips Berkendara Cerdas Saat Musim Hujan dari Chevrolet

Mengemudilah secara halus dan hindari pengereman mendadak atau membelokkan kemudi secara tiba-tiba karena hal tersebut dapat memggoyahkan cengkeraman kendaraan Anda. Rem sebelum Anda memasuki tikungan. Tambah kecepatan secara halus.
Tetap berada di jalur tengah atau di dekatnya, atau di puncak jalan, karena air cenderung berkumpul di tepi jalan. Ingatlah untuk tidak menghambat pengendara lain yang bergerak lebih cepat – jangan membuat peraturan lalu lintas sendiri.
Jaga jarak dengan kendaraan yang berada di depan untuk menghindari semprotan yang menyebabkan kaca kotor. Hal ini penting terutama jika Anda berada di belakang kendaraan yang berukuran besar. Jika memungkinkan, mengemudilah di jalur yang ditinggalkan oleh kendaraan di depan karena bagian ini lebih kering dari bagian lain di jalan.

11 TIPS Merawat AC Mobil

Globalindo Niaga Prima
http://www.globalindoprima.com/tips-trik/tips-merawat-ac-mobil

Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC) bekerja sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar seperti Jakarta kalau AC ngadat atau tak dingin, keadaan pun jadi serba salah kaca jendela kalau dibuka, masalah keamanan, debu dan asap kendaraan akan masuk, namun jika ditutup ruangan akan terasa panas dan pengap,gangguan pada AC biasanya lantaran kurang perawatan. Tips berikut ini dapat membantu Anda melakukan perawatan AC sendiri sebelum kondisi AC menjadi rusak berat:
  1. Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Terutama lembar รข€“ lembar karpet yang didepan karena akan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi jamur dan spora sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak enak bila pertama kali AC dihidupkan. Coba bersihkan secara lebar lembar karpet tersebut.

  2. Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak didepan radiator) kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor.

  3. Memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama, Karena kalau di tempat panas biasanya pas pengemudi masuk, ruang dalam cukup panas dan mengakibatkan membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun ikut tinggi.

  4. Perisalah Extra Fan (kipas) yang didepan Condensor apakah hidup bila Ac dihidupkan. Bila tidak segera ganti, akan mengakibatkan Compressor rusak atau selang high press bisa meledak.

  5. Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator nikotinnya yang lengket dan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang.
  6. Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang dengan menurunkan temperaturnya.

  7. Sebelum menghidupkan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil baru hidupkan AC. Begitupun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu bila mau matikan mesin.

  8. Jangan memakai pengharum wewangian yang mutunya kurang jelas, akan menimbulkan bau dan susah dibersihkan. Dan jangan memakai pengharum model colok ke grill sebab sering terjadi patah. (karena sebagian Grill susah dapat dibeli dipasaran).

  9. Kalau ada gejala yang tidak biasa seperti AC kurang dingin lebih baik segera ke bengkel specialist ac mobil, agar tidak terlanjur rusak yang mengakibatkan biaya tinggi.

  10. Lakukan perwatan max sebulan sekali dengan cara membersihkan kerak-kerak, karat, debu, kotoran, minyak oil pada coil-coil, sirip-sirip AC dengan megunakan pembersih yang kuat dan diformulasikan secara khusus.

  11. Lakukan perawatan rutin AC. Sangat disarankan setahun sekali, yang perlu diganti Receiver Dryer, Oil Compressor, services Blower, Evaporator, kuras Condensor dan Freon. Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi Componen AC menjadi lebih lama, juga akan membuat udara segar yang berembus selalu segar.

Mobil "Ngelitik" Saat Diajak Ngebut, Jangan Panik!


http://otomotif.kompas.com/read/2015/08/14/070100715/Mobil.Ngelitik.Saat.Diajak.Ngebut.Jangan.Panik
Penulis: Donny Apriliananda


Febri Ardani
(ilustrasi) Ford Fiesta EcoBoost 1.0L saat digeber dalam kecepatan tinggi.

Jakarta, KompasOtomotif – Setelah KompasOtomotif membahas bagaimana mengatasi suara knocking (ngelitikpada saat putaran mesin (RPM) rendah, yang juga sering dijumpai adalah penyakit ngelitik saat mobil melaju kencang di RPM tinggi.

Tanda-tandanya, saat berjalan kencang, lalu secara tiba-tiba menginjak pedal gas lebih dalam untuk menambah kecepatan, terdengar bunyi ngelitik yang cukup keras. Jangan panik, asal segera dicek dan diatasi, gejala tersebut akan hilang.

Rusdi Sopiandi, pemilik bengkel Fendryss, spesialis mobil Korea yang juga menerima merek lain di Jl. Raya Pondok Kelapa, Jakarta Timur, (10/8/2015), mengatakan bahwa gejala ngelitik pada RPM rendah dan tinggi penyebabnya berbeda.

Saat ngelitik pada rpm tinggi, ada beberapa hal dna komponen yang jarus dicek. Berikut daftarnya:

  1. Bahan bakar. Apakah bahan bakar atau bensin yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi kendaraan kita? ”Ada baiknya disesuaikan dengan perbandingan rasio kompresi yang tercatat di buku manual. Kalau sudah dipenuhi, dan masih ngelitik, cek bagian lain,” ujar Rusdi.
  2. Busi, pemakaian model busi yang tidak sesuai tipe mesin juga menjadi faktor penyebab ngelitik di RPM tinggi.
  3. Kotoran karbon menumpuk pada tiga kompone, yaitu injektor bensin,valve atau klep, atau penumpukan karbon pada permukaan piston. Sebaiknya dibersihkan atau diganti bila ada kenjagalan lain di komponen tersebut.
  4. Kebocoran vacuum pada inject manifold. Kurangnya tingkat hisap pada inject manifold menyebabkan banyaknya kadar oksigen pada komponen ini, sehingga mobil terasa berat pada RPM tinggi.
  5. Periksa komponen seperti sensor MAF atau sensor air flow meter. Karena kedua sensor tersebut sangat dominan menjadi penyebab ngelitik. Bila tidak sesuai ukuran voltase dan ohm, lakukan pergantian sensor tersebut.
  6. Filter udara kotor. Rajinlah membersihkan filter udara minimal sebulan sekali. Karna bila kotor aliran udara akan tersumbat dan bahan bakarpun akan menjadi boros. Sedangkan tenaga berkurang akibat ruang bakar tidak mencukupi udara.