Sunday, 6 September 2015

Sparepart yang Diganti Tiap Beberapa Kilometer (Mobil Baru)

http://www.mobilku.org/2015/03/sparepart-yang-diganti-tiap-beberapa.html



Nah pecinta otomotif mungkin sedikit bingung saat memiliki mobil baru terutama jika baru pertama kali membeli mobil baru, saat service rutin komponen apa saja yang perlu diganti. Kali ini www.mobilku.org menyajikan tabel komponen yang perlu diganti tiap 1000 kilometer, 10.000 kilometer, 20.000 km sampai 80.000 km.

Mobil baru bisa dikatakan wajib untuk melakukan service pada km 1000 pertama, hal ini untuk mengetahui kerusakan dini dan mencegah potensi kerusakan yang bisa terjadi jika tidak dilakukan cek up, berikut adalah apa saja yang perlu diganti dan pada kilometer berapa?




  • Service 1000 km, pada 1000 km pertama ini biasanya ditanyakan keluhan yang dialami, kemudian dilakukan general check up (emisi gas buang, body, chassis, oli mesin, sistem pendingin mesin, minyak rem, kopling dan power steering). Pada 1000 kilometer ini biasanya tidak dilakukan penggantianakan.
  • service 10.000 km, pada km ke 10.000 selain dilakukan cek juga dilakukan penggantian oli mesin dan filter oli
  • service 20.000 dilakukan penggantian oli mesin, busi, kampas rem, filter AC dan filter oli
  • service 30.000 km seperti service 10.000 km (penggantian oli mesin dan filter oli)
  • Service 40.000 km, pada jarak tempuh ini mobil sudah waktunya service besar. Komponen yang diganti antara lain: tie rod, kampas rem, bearing roda, evaporator, minyak rem, kampas rem, pembersih rem (untuk sistem intake cleaner), fan belt, filter udara, filter AC, filter oli, oli mesin.
  • Service 80.000 dan kelipatan 40.000, bisa dikatakan service besar kedua part yang diganti sama dengan service 40.000 km akan tetapi plus penggantian oli transmisi, pada 80.000 km ini juga dilakukan cek atau penggantian kampas kopling jika diperlukan karena biasanya kampas kopling sudah waktunya mengganti pada 80.000 km.

Menurut bengkel resmi auto 2000 milik toyota, service berkala paling ideal dilakukan tiap 10.000 km (jika terlalu sering mahal di ongkos service, jika terlalu lama tidak diservice mobil juga kurang enak).



Tips
nah di atas adalah patokan standart akan tetapi pecinta otomotif juga bisa mengira-ngira sendiri kapan waktunya mengganti sparepart, jika pecinta otomotif memakai mobil pada medan-medan yang berat misalnya medan pegunungan ataupun kota yang macet tentunya penggantian komponen lebih baik dibawah dari km yang sudah disebutkan di atas, ilustrasinya jika dipakai di jalanan macet sepanjang 10 km dan mesin berputar selama 2 jam (pada odometer tercatat 10 km) tentunya berbeda jika jalan tidak macet (pada odometer tercatat 10 km tapi mesin bekerja hanya 10 menit). pada jalanan macet penggantian oli harus lebih sering.

Pecinta otomotif juga bisa bertanya pada teknisi saat melakukan service pertama kali tentang kapan harus mengganti kampas rem, busi, oli, dll yang masih dirasa belum jelas. Berikut adalah artikel yang bermanfaat mengenai berapa km oli mesin harus diganti

1. ganti oli mesin setiap 3000 km sampai 5000 km

2. ganti oli pada mobil matic, jangan salah ganti oli

Pentingnya 1.000 km Pertama di Mobil Baru


http://tips.autobild.co.id/read/2013/12/16/9048/51/15/Pentingnya-1.000-km-Pertama-di-Mobil-Baru
By : Prasetyo Adhi



Memiliki mobil baru memang menjadi kesenangan tersendiri, apalagi jika mobil tersebut sudah lama diidam-idamkan. Namun mengendarai mobil baru ternyata butuh perlakuan khusus demi menjaga daya tahan seluruh komponen yang ada pada mobil tersebut.

Inreyen atau Break-In, merupakan kondisi dimana mobil yang baru saja keluar dari pabrik perlu beradaptasi dengan kondisi jalan raya sebenarnya. Banyak yang menyebut jika inreyen pada mobil-mobil baru modern saat ini sudah tidak diperlukan lagi.

Tingkat kepresisian yang tinggi dan pengujian yang kompleks, membuat mesin modern telah mampu bekerja mendekati optimal sejak ia dirakit di dalam proses produksi di dalam pabrik. Penggunaan material dengan tingkat pemuaian yang rendah serta memiliki kekuatan yang lebih baik dari mesin era 1990-an, kian mengikis tidak diperlukannya lagi inreyen di mobil baru.

“Mungkin dulu iya, tapi sekarang sudah tidak. Jika dulu tingkat finishingnya yang tidak terlalu bagus, maka hal itu sudah tidak terjadi lagi sekarang,” ujar Workshop Head Tunas Daihatsu Matraman, Purbo Widodo.

Meski demikian serangkaian perlakukan khusus pada mobil baru tetap perlu jadi perhatian Anda. Walau bagaimana pun, mobil tetap buatan manusia. Beragam kemungkinan sistem tidak bekerja, tetap saja dapat terjadi, meski Quality Control sudah dibuat seketat mungkin. Tidak ada salahnya, pemilik mobil baru perlu memperhatikan beberapa hal ini hingga 1.000 km pertama.

Cek List Komponen Safety di Mobil
Meski sudah diperiksa oleh dealer saat serah terima kendaraan, tidak ada salahnya untuk memeriksa kembali beberapa komponen penting di mobil. Dari jumlah oli mesin, transmisi, air wiper dan minyak rem. Kemudian pastikan seluruh lampu bekerja dan sistem seperti rem dan kopling berjalan sempurna saat serah terima mobil berlangsung.

Tekanan Angin Ban
Saat proses pengiriman mobil, pabrik mobil selalu memberikan tekanan angin maksimal di seluruh roda. Hal ini penting agar kualitas ban tetap terjaga saat diterima konsumen.

Nah, proses penyesuaian ini kerap terlewatkan oleh dealer. Jangan heran bila bantingan mobil baru Anda terasa keras dari semestinya. Untuk itu, sesuaikan tekanan angin ban dengan berpatokan pada rekomendasi pabrikan.


Lakukan deselerasi secara halus


Jaga putaran mesin agar komponen bergerak dapat beradaptasi dengan optimal

Jaga Putaran Mesin
Meski memiliki tingkat kepresisian yang tinggi, penyesuaian antar komponen bergerak di dalam mesin pun tetap di butuhkan. Bedanya, kini mesin modern tidak lagi memerlukan jarak tempuh yang jauh agar seluruh komponen bergerak saling ‘klik’ untuk memberikan performa mesin optimalnya.

Berkendaralah dengan lembut. Pasalnya pada mobil baru komponen mesin belum berada pada kondisi optimal sehingga dibutuhkan penyesuaian, seperti ring piston dengan dinding silinder atau camshaft dengan pelatuk klep dan lainnya.

Usahakan jangan menggunakan posisi gigi pada satu kecepatan tinggi dalam waktu yang lama. Dengan demikian seluruh bagian transmisi bisa terlumasi sempurna. Variasi kecepatan juga dibutuhkan selama mobil menempuh jarak hingga 1.000 km pertama.

Rem Mendadak
Hindari pengereman mendadak, kecuali dalam kondisi emergency. Selain demi alasan keselamatan, Anda juga perlu waktu beradaptasi terhadap karakter rem mobil baru Anda. Tak hanya itu, potensial problem di rem pun akan dapat terdeteksi lebih awal, tanpa ada resiko kecelakaan.

Engine Brake
Deselerasi dengan bantuan mesin sebaiknya jangan dilakukan di awal Anda menerima mobil. Pasalnya, saat engine brake, suhu dan beban komponen bergerak di dalam mesin akan meningkat drastis. Hal ini tentu membuat komponen baru bekerja ekstra akibat tingkat pemuaian yang terjadi secara tiba-tiba. Lakukan atau gunakan engine brake saat jarak tempuh mobil baru Anda mendekati 1.000 km.

Fitur-fitur mobil
Setiap mobil memiliki fitur yang berbeda-beda dibanding mobil lainnya, ini biasanya berkaitan dengan model, tipe, dan harga dari mobil itu sendiri. Pelajari setiap fitur yang ada pada mobil Anda, mulai dari power steering, ABS, EBD, audio system, lampu-lampu, hingga parking sensor.

Semua fitur-fitur tesrebut dijelaskan pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan (User Manual) yang Anda terima dari pihak dealer ketika mobil Anda pertama kali tiba ke tangan Anda. Pastikan semua fitur bekerja normal dan tidak mengalami gejala kerusakan.


Pahami beragam fitur agar berkendara Anda kian optimal


Sesuaikan tekanan angin ban sebelum digunakan


Pahami posisi tool kit di mobil baru Anda

Beban Muatan
Sebenarnya baik mobil baru maupun mobil bekas harus memperhatikan beban muatan dari kendaraan itu sendiri. Jika mobil hanya disarankan maksimal menampung beban lima orang, jangan paksakan hingga 7 atau 8 orang. Semua itu demi keselamatan Anda dan keluarga serta memperpanjang usia pakai sistem kaki-kaki kendaraan Anda.

Servis 1.000 Km Pertama
Inilah akhir dari fase penyesuaian kendaraan baru Anda. Perawatan 1.000 km sangat penting bagi pemilik mobil dan produsen mobil bersangkutan. Pasalnya, produsen mobil baru dapat kembali memantau kondisi produknya sejak mobil tersebut dirakit.

Jadi, jangan pernah abaikan servis pertama (1.000 km) mobil baru Anda. Pada servis pertama ini, seluruh komponen mobil Anda akan diperiksa oleh mekanik bengkel resmi. Mulai dari eksterior, interior, hingga mesin. Mekanik juga akan memeriksa semua baut-baut, selang-selang, sambungan-sambungan baik pada mesin maupun komponen lain sehingga dipastikan tidak terjadi malfungsi.

Jika selama pemakaian 0-1000 km pertama Anda mobil mengalami keluhan atau kerusakan, jangan sungkan untuk menanyakannya dengan pihak bengkel agar dapat langsung terdeteksi beragam potensial kerusakan yang mungkin terjadi.

Meski dalam paduan perawatan tidak memerlukan penggantian pelumas mesin, tak ada salahnya untuk Anda mengganti pelumas dan filternya. Hal ini dikarenakan pelumas di mesin telah hadir sejak mesin tersebut dirakit dan meminimalkan kotoran atau serbuk besi akibat penyesuaian antar komponen bergerak di dalam mesin.