Thursday, 26 November 2015

Air Saja Tidak Cukup buat Bersihkan Kaca Mobil

http://www.otomania.com/read/2015/11/26/092100330/Air.Saja.Tidak.Cukup.buat.Bersihkan.Kaca.Mobil


Youtube.Com
Ilustrasi cairan wiper

Jakarta, Otomania - Cairan wiper atau washer reservoir menjadi alat yang tak kalah penting untuk selalu diperhatikan. Baik saat Musim Hujan maupun panas, peran dari air wiper cukup besar untuk mengusir debu maupun kotoran yang menepel pada kaca yang menggangu visibilitas.

Bagi kebanyakan orang, cairan wiper bisa hanya dengan mengandalkan air biasa. Tapi hal ini justru salah, karena cairan pembersih yang baik juga bisa menghilangkan minyak dan noda yang melekat pada kaca.

"Cairan wiper itu fungsinya untuk membersihkan kaca, jadi kalau hanya air saja tidak cukup. Di jalan raya bukan hanya debu saja yang bisa melekat pada kaca, kotoraan lain seperti minyak hasil buangan knalpot kendaraan lain juga bisa melekat, kalau pakai air tentu tidak akan hilang," ucap ujar Indah Yuliana, Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang kepada Otomania, Rabu (25/11/2015).

Saat ini banyak cairan pembersih aftermarket yang beredar di pasaran. Tapi ketikan akan membelinya usahakan tidak memilih yang menggandung banyak diterjen dan alkohol.


Youtube.Com
Ilustrasi cairan wiper

"Efek dari kebanyakan deterjen cukup buruk. Dengan banyaknya busa, bila dibiarkan mengering akan meninggalkan kerak saat panas, selain itu juga membuat lubang nosel tersumbat. Sedangkan yang memiliki kandungan alkohol, bila dipakai rutin bisa merusak kaca," kata Indah.

Menurutnya, saat memilih cairan wiper upayakan untuk memilih produk yang pling ramah. Dalam arti, tidak banyak deterjen dan alkohol dalam. Dengan begitu kaca bisa bersih tanpa ada risiko rusak.

Penulis: Stanly Ravel
Editor: Azwar Ferdian

Monday, 23 November 2015

Orang Pintar Tahu Kapan Mengaktifkan Lampu Hazard

http://www.otomania.com/read/2015/11/22/164000130/Orang.Pintar.Tahu.Kapan.Mengaktifkan.Lampu.Hazard


www.Team-Bhp.Com
Salah kaprah penggunaan lampu hazard

Jakarta, Otomania - Banyak pengemudi mobil belum mengerti fungsi dari lampu hazard. Apalagi di Musim Hujan seperti sekarang, tidak sedikit yang melakukan kesalahan ini.

Saat melintas di jalan raya atau tol dengan kondisi diguyur hujan lebat, masih banyak yang menyalakan lampu hazard tanpa mengerti apa konsekuensinya bagi pengguna jalan lain. 

"Lampu hazard itu dinyalakan saat sedang mengalami keadaan darurat. Misalnya seperti sedang mengalami mogok di tengah jalan, tabrakan, atau mengganti ban di pinggir jalan yang sifatnya mobil berhenti. Sampai saat ini banyak yang salah kaprah dan tidak mengerti akibatnya," ucap Jusri Pulubuhu, punggawa Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) kepada Otomania, Sabtu (21/11/2015).

Menurutnya, efek menyalakan hazard di saat hujan lebat bisa membahayakan pengendara lain, terutama yang ada di belakang. 

Bias dari sinar lampu hazard yang selalu berkelip bisa membuat pandangan pengendara di belakang silau hingga hilang orientasi. Selain itu juga membingungkan pengendara lain yang mengerti dan paham dengan lalu lintas. 


Automotiveaddicts.Com
Salah kaprah lampu hazard

Bukan hanya di saat hujan, salah kaprah penggunaan lampu hazard juga sering dilakukan saat melintasi terowongan, kabut dan lain sebagainya. Tujuanya sebagai penanda, tapi hal ini justru salah karena bisa merugikan orang lain.

"Ini salah satu faktor kesalahan yang sudah berakar cukup lama. Efek dari kurangnya edukasi mengenai fungsi dan lalu lintas sampai lemahnya hukum di Indonesia. Tidak ada sangsi tegas untuk hal ini. Parahnya lagi aparat kita saat konvoi juga melakukan hal yang sama, secara tidak langsung ini mencontohkan yang tidak baik. Perilaku ini jangan di bawa ke negara lain, karena saat melakukan di negara lain anda bisa langsung ditilang, atau parahnya lagi dimaki banyak orang," ucapnya.

Penulis: Stanly Ravel
Editor: Aris F Harvenda