Wednesday, 20 December 2017

15 Tips Aman Berkendara Saat Banjir

http://otomotif.bisnis.com/read/20161116/428/603048/15-tips-aman-berkendara-saat-banjir

Image result for ilustrasi mobil terjebak banjir
Kabar24 - Bisnis Indonesia  Ilustrasi mobil terjebak banjir - istimewa


Bisnis.com, JAKARTA- Di musim hujan seperti sekarang ini, bukan hanya potensi banjir dan sakit mengintai kita semua.

Selain itu, musim hujan juga potensi terjadinya kecelakaan juga makin besar. Pasalnya, jalanan yang becek dan licin bisa membuat ban tergelincir, terutama untuk ban yang kondisinya sudah gundul.

Selain itu, masalah jarak pandang yang terbatas akibat hujan lebat juga berpotensi menimbulkan kecelakaan karena terbatasnya penglihatan.

Karena itu, banyak orang yang lebih berhati-hati mengemudi saat hujan turun. Ada beberapa tips mengemudi yang aman saat hujan dan banjir berikut ini:

1. Hindari mengebut saat banjir, agar terhindar dari cipratan berlebih di ruangan mesin yang berpotensi mobil mogok di tengah jalan

2. Gunakan gigi satu saat mennrjang banjir agar lebih aman, dan khusus untuk mobil matic pindahkan gigi ke posisi L atau 1. Karena beban mobil lebih berat saat menerjang banjir

3. Tidak perlu khawatir saat knalpot kemasukan air banjir. Karena air tidak akan bisa masuk knalpot selama mesin dalam keadaan hidup.

4. Perhatikan filter udara di ruang mesin, karena bagian ini lebih rentan bikin mogok saat banjir ketimbang knalpot, karenanya perlahanlah saat melintas di tengah banjir

5. Jika memungkinkan, hindari berhenti di tengah banjir. Karena saat mobil berhenti, permukaan air akan naik di ruang mesin.

6. Pada dasarnya, mobil bermesin diesel lebih aman menerjang banjir dibanding mesin bensin. Diesel lebih bersifat 'Waterproof'.

7. Jangan terlalu agresif menginjak gas saat melintasi banjir, karena akan membuat filter udara semakin kuat menyedot udara, yang makin berpotensi menghisap air masuk dalam mesin mobil

8. Selalu siaga dan cermat. Tanpa disadari, yang membuat mobil mogok justru terjangan ombak air berlebih dari mobil sebelah.

9. Setelah melewati genangan, jangan langsung tancap gas, karena ini cukup berbahaya karena kondisi rem  masih sangat licin.

10.Cara mengeringkan rem setelah melewati yaitu cukup dengan melakukan rem kecil berulang hingga terasa menggigit kembali.

11.Untuk mobil manual, usahakan menghindari menginjak kopling saat berada di genangan banjir. 
karena bisa membuat air masuk ke transmisi, yang berpotensi merusak transmisi karena oli bercampur air.

12. Jika belum familiar dgn jalan yg dilewati. Usahakan jangan melintas di pinggir jalan. Mungkin saja ada selokan yang bisa membuat mobil terperosok

13. Jika mobil mengambang karena terseret arus, buka semua pintu agar mobil tenggelam dan ban dapat melaju.

14. Jangan sesekali menggunakan seat belt, dan buka kaca untuk berjaga-jaga jika harus evakuasi dari mobil

15. Yang teraman adalah berhentilah sebelum melewati banjir, dan menunggu hingga surut. Karena jika memaksakan bisa berpotensi keseret arus atau kesetrum karena aliran listrik PLN bocor.

Editor : Mia Chitra Dinisari

Monday, 15 May 2017

Makin Ngeri... Ini 5 Tips Aman Mengemudi saat Hujan Deras!

http://otomotif.kompas.com/read/2017/05/05/084028415/makin.ngeri.ini.5.tips.aman.mengemudi.saat.hujan.deras
DIMAS WAHYU, HARIS PRAHARA


Ilustrasi berkendara saat musim hujan(cdn5.bmag.co.au)

KOMPAS.com – Pernahkah Anda harus mengemudi malam hari di tengah hujan deras? Secara alamiah, rasa waswas mungkin saja muncul terkait kondisi jalan yang licin hingga tingginya risiko kecelakaan lalu lintas.
Lalu, bagaimana kiat berkendara dengan aman dan juga nyaman saat hujan deras? Berikut sejumlah tipsnya:


1.    Perlambat laju kendaraan

Hujan deras tentu membuat jalanan licin dan juga jarak pandang terbatas. Itulah sebabnya seorang pengemudi harus menyetir lebih lambat untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Seperti dikutip dari laman defensivedriving, Selasa (5/5/2015), kecepatan ideal mengemudi saat hujan deras adalah 20-30 kilometer per jam lebih lambat dibandingkan kondisi normal.

Hal itu akan membuat pengemudi memiliki kontrol lebih baik atas kendaraannya.

2.    Hindari pengereman mendadak

Selain kecepatan kendaraan, hal lain yang harus diperhatikan adalah pengereman. Pengemudi seyogianya tak mengerem secara mendadak saat hujan deras.

Sesuatu yang membahayakan pengemudi saat pengereman mendadak adalah aquaplaning. Ini merupakan kondisi mobil meluncur hilang kendali dalam kecepatan tinggi saat roda menginjak genangan sehingga roda seakan-akan melayang.

Itulah sebabnya penting bagi pengemudi untuk mengerem dengan cermat saat hujan deras dan juga memastikan kondisi rem selalu dalam kondisi prima.

3.    Perhatikan jarak aman kendaraan

Berdasarkan penelitian lembaga keselamatan berkendara, Brake, dalam situsnya, Jumat (8/1/2016), satu dari lima pengemudi (sekitar 22 persen) kesulitan untuk memperkirakan jarak mobil yang dikendarai dengan kendaraan di depannya saat hujan deras.

Lebih lanjut, menurut hasil penelitian itu, sebanyak 21 persen pengemudi lainnya ternyata tak menyisihkan cukup jarak dengan kendaraan di depannya saat hujan deras.

Artinya, jika pengemudi mengerem kendaraannya secara mendadak, maka kecelakaan serius bisa saja tidak terhindarkan.

Karena itu, jagalah selalu jarak aman kendaraan dengan kendaraan di depan Anda.

4.    Manfaatkan lampu kendaraan

Saat mengemudi di tengah hujan deras, lampu kendaraan tentu menjadi salah satu faktor penting.

Seperti ditulis telegraph.co.uk, Kamis (24/12/2015), lampu depan yang cukup terang membuat pengemudi merasa percaya diri saat menyetir, seperti yang umum pada kendaraan-kendaraan modern, yakni menggunakan lampu light emitting diode (LED).

Tampilan Ayla terlihat lebih segar dengan pilihan mesin baru, 1.2L.(Donny A/KompasOtomotif)

Lampu bertipe LED pun, menurut digikey.com, Selasa (30/6/2015), lebih tahan lama hingga lebih dari 10 tahun dibandingkan lampu non-LED.
Selain itu, lampu jenis ini tidak menghasilkan panas seperti lampu halogen sehingga lebih hemat energi dan membuat aki bertahan lebih lama.

Lampu penting lainnya adalah sein. Maka dari itu, pastikan untuk selalu menyalakan lampu ini saat akan berbelok atau berpindah jalur.

Akan lebih baik pula bila lampu sein juga terpasang di kaca spion sehingga lebih memudahkan pengemudi lain yang datang dari samping.

5.    Pengecekan berkala

Biasakan selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat. Terlebih lagi, saat hujan deras, pengendara harus memastikan kondisi kendaraannya prima. Salah satunya adalah karet wiper.

Jangan sampai wiper tidak mampu menyapu air hujan dari permukaan kaca depan dengan bersih.

Akan lebih tenang juga jika mobil memiliki wiper belakang. Tujuannya tentu memudahkan pemantauan kondisi di buntut mobil secara lebih jelas, apalagi saat mundur.

Tarikan agak berat di awal, sebagai kompensasi irit BBM.(KompasOtomotif-Donny Apriliananda)

Berkaca pada kebutuhan-kebutuhan di atas, alangkah bijaknya bila Anda sejak awal mempertimbangkan spesifikasi mobil yang akan dibeli, di samping memang mempertimbangkan budget.

Mobil berharga terjangkau, low cost green car (LCGC) New Astra Daihatsu Ayla, sendiri kini punya fitur-fitur yang bisa digunakan saat menyetir kala hujan deras, seperti sudah dipaparkan di atas.

Meski LCGC, Ayla baru kini punya lampu depan proyektor dengan lampu posisi LED, lampu siang yang juga LED (DRL), wiper belakang, dan reflektor belakang.