Wednesday, 19 September 2018

Agar Mesin LCGC Anda Tidak Cepat Panas, Simak Hal Ini

https://otomotif.kompas.com/read/2018/09/14/200443515/agar-mesin-lcgc-anda-tidak-cepat-panas-simak-hal-ini
ALEK KURNIAWAN 
Kompas.com - 14/09/2018, 20:04 WIB

Ilustrasi mesin mobil overheat
Ilustrasi mesin mobil overheat(SHUTTERSTOCK)

KOMPAS.com – Mobil murah ramah lingkungan atau dikenal dengan low cost green car ( LCGC) saat ini masih menjadi salah satu mobil incaran masyarakat Indonesia. Salah satu alasannya karena mobil jenis ini dijual dengan harga yang lebih terjangkau dari mobil jenis lainnya.

Hal ini terlihat dari angka penjualannya yang masih tinggi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil LCGC dari pabrikan ke dealer pada 2017 sebanyak 234.554 unit. 

Namun, tak ada gading yang tak retak. LCGC juga memiliki sejumlah kekurangan, seperti mesin yang berkubikasi kecil. Akibatnya, mesin akan lebih cepat panas bila dipacu secara terus-menerus, terlebih pada kondisi macet. 

Sebab, pada kondisi tersebut mesin mobil akan bekerja lebih ekstra dari biasanya dan meningkatkan risiko mesin lebih cepat aus. Bila mesin sudah dalam kondisi aus, maka potensi overheat tidak dapat terhindarkan. 

Namun, ternyata hal tersebut bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan mesin mobil menjadi lebih cepat panas. Banyak faktor lain yang juga memainkan peran.

Salah satu di antaranya sistem pendingin mesin yang jarang mendapat perhatian. Ditambah dengan faktor kelalaian pemilik yang kerap mengesampingkan pentingnya mengecek kondisi air radiator. 

Melansir Kompas.com, Rabu (1/4/2014), sirkulasi air radiator harus menjadi perhatian khusus bila mesin pada kuda besi Anda tidak ingin cepat bermasalah. Caranya adalah dengan selalu melakukan perawatan rutin untuk mengganti air radiator setiap 20.000 kilometer sekali.

Pergantian ini selain berfungsi untuk melancarkan sirkulasi pada radiator, juga dapat membersihkan kotoran yang menyempil pada sela-sela komponen yang dapat menghambat kerja mesin. 

Selain itu, ada baiknya juga Anda selalu memeriksa kondisi air radiator sebelum bepergian. Hal ini untuk mengetahui apakah volume air masih cukup atau sudah berkurang. 

Jika air pada radiator berkurang cukup banyak, sekitar 600 mililiter atau lebih, bisa jadi radiator mengalami kebocoran. Adapun kebocoran pada radiator bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Ilustrasi mengganti air radiator
Ilustrasi mengganti air radiator(SHUTTERSTOCK)

Seperti selang yang sudah getas, sambungan selang yang kendor, atau pegas tutup radiator yang sudah tidak berfungsi baik. Selain itu, overheat juga bisa diakibatkan oleh motor kipas radiator yang lemah. 

Ketika putaran kipas yang bekerja untuk mendinginkan radiator melemah, tak pelak proses pendinginan pun menurun. Biasanya hal ini teridentifikasi ketika Anda sedang memacu mobil dengan kecepatan tinggi dan temperatur mesin lebih cepat naik. 

Nah, salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah mengganti motor kipas tersebut, atau jika sudah terlalu parah biasanya kipas juga ikut diganti. 

Selain masalah pada sistem pendingin mesin mobil, overheat juga bisa disebabkan dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai, seperti bahan bakar yang memiliki kadar oktan lebih rendah. 

Bila mobil terus disuntik BBM ber-oktan rendah, maka mobil bisa mengalami knocking atau lebih familiar disebut ”ngelitik”. “Ngelitik” sendiri merupakan gejala bunyi tidak biasa yang keluar dari mesin mobil ketika sedang melaju. 

Jika terus dibiarkan, maka kecenderungannya mesin akan cepat memanas. Jika Anda menemukan salah satu dari beberapa kasus di atas, maka melakukan perbaikan di bengkel wajib hukumnya bila mobil tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih serius. 

Oli mesin khusus LCGC 

Selain beberapa faktor yang telah disebutkan di atas, ternyata oli juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja mesin LCGC agar tidak cepat overheat. 

Melansir berita Kompas.com pada Jumat (9/3/2018), LCGC memiliki ruang bakar dengan piston yang begitu kecil dan padat. Selain itu, kubikasi maksimalnya hanya mencapai 1.200 cc. 

Dengan desain demikian, tentunya jarak antara komponen di dalamnya semakin dekat dan rapat, termasuk lubang saluran pendingin dan sistem lubrikasi.

Ilustrasi oli khusus LCGC
Ilustrasi oli khusus LCGC(SHUTTERSTOCK)

Hal tersebut secara tidak langsung berimplikasi terhadap jenis oli yang digunakan. Semakin cair oli yang dipakai, maka akan semakin leluasa pula oli tersebut melumasi sela-sela komponen mesin yang rapat sekalipun. 

Adapun cara mengetahui kadar kekentalan sebuah oli dapat diketahui dari kode kombinasi huruf dan angka yang tertera di kemasan. 

Melansir Kompas.com, Kamis (12/4/2018), Kode untuk menandai jenis kekentalan oli biasanya diawali dari kata SAE, singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya ada angka yang menandai suhu. 

Setelah angka ini, ada kode huruf W yang diambil dari kata Winter. Huruf W biasanya diikuti dengan angka terakhir yang menandai jenis kekentalan. Semakin besar angka, semakin tinggi pula kadar kekentalannya. 

Berbekal pembacaan kode di kemasan oli, Anda pun bisa mencari oli dengan kadar kekentalan cair untuk mobil LCGC. 

Salah satu yang direkomendasikan adalah oli dengan kadar 0W-20 dan 5W-30 seperti yang dimiliki Shell Helix Eco. 

Selain sesuai dengan formula mesin LCGC, oli ini juga memiliki fuel economy technology yang mampu memberikan perlindungan tinggi terhadap keausan mesin dan gejala overheat. 

Selain itu, Shell Helix Eco juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan mengurangi emisi yang terbuang. 

Dengan begitu, mesin mobil LCGC Anda akan menjadi lebih ramah lingkungan dan dapat menghindarkan mesin agar tidak cepat kepanasan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Mesin LCGC Anda Tidak Cepat Panas, Simak Hal Ini", https://otomotif.kompas.com/read/2018/09/14/200443515/agar-mesin-lcgc-anda-tidak-cepat-panas-simak-hal-ini
Penulis : Alek Kurniawan
Editor : Sri Noviyanti

Wednesday, 25 July 2018

Sering diabaikan, ini 5 posisi blindspot mobil yang bikin kecelakaan

https://www.brilio.net/serius/sering-diabaikan-ini-5-posisi-blindspot-mobil-yang-bikin-kecelakaan-180717t.html

Kondisi lingkungan seperti persimpangan, jalanan kampung, atau perbukitan membuat blindspot semakin parah.

Brilio.net - Berkendara dengan mobil harus ekstra hati-hati. Banyak sekali titik buta atau blindspot yang jika diabaikan bisa berakibat pada kecelakaan. Jangkauan pandang sisi kanan, kiri, dan belakang yang sempit membuat pengendara kesulitan melihat situasi. Selain pandangan, faktor seperti penumpang atau muatan yang menghalangi pandangan dari jendela mobil juga berpengaruh pada keselamatan berkendara.
Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang memengaruhi munculnya blindspot. Mobil zaman sekarang mempunyai pilar penyangga atap yang tebal daripada generasi sebelumnya. Berbeda dari mobil generasi dulu, pilar yang tebal lebih menjamin keselamatan penumpangnya. Tapi sebagai bayarannya, jarak pandang pengemudi harus terhalang oleh pilar yang semakin besar.
Kondisi lingkungan seperti persimpangan, jalanan kampung, atau perbukitan juga bisa membuat blindspot semakin parah. Pengemudi bisa tidak awas dengan pemotor lainnya karena kondisi jalan yang tidak bersahabat. Oleh karena itu, pengemudi mobil harus selalu memberikan perhatian penuh saat menyetir.
Blindspot ini berbeda antara mobil satu dengan yang lain. Namun secara umum, ada lima blindspot yang harus diperhatikan pengemudi setiap saat terutama saat hendak berbelok. Posisi seperti apakah blindspot yang sering dialami pengendara mobil? Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (18/7), ini lima posisi blindspot tersebut.
1. 1/4 sisi belakang mobil saat ingin belok di perempatan.
foto: parkers.co.uk
2. Belakang kanan atau kiri saat di jalan dua lajur.
foto: nmaa.co.id
Karena tebalnya pilar mobil, seringkali pandangan ke belakang jadi minim terutama di bagian belakang kiri atau kanan. Hal ini sering terjadi saat mobil melaju di jalan dua lajur. Kecelakaan bisa terjadi bila pengemudi hendak berpindah lajur tanpa melihat ada mobil di belakangnya. Untuk menanggulangi hal ini, sebaiknya pengemudi melalukan shoulder check agar tidak ada kendaraan di belakangnya.
3. Belakang persis mobil dengan kaca belakang gelap atau tertutup.
Kaca belakang gelap atau tertutup bisa membuat blindspot mobil semakin buruk. Hal ini sering terlihat di mobil komersial atau boks. Pengemudi mobil boks atau komersial ini tidak memiliki pandangan yang baik ke belakang.
Saat berada di jalan, usahakan untuk selalu menjaga jarak dengan mobil seperti ini. Dengan menjauhi blindspot ini, pengemudi mobil boks atau komersial akan selalu melihat keberadaanmu.
4. Pemotor yang meliuk dari belakang mobil saat terjadi kemacetan.
foto: liputan6.com
Macet bisa jadi kondisi paling buruk bagi pengendara mobil. Hal ini dikarenakan pengendara sepeda motor yang meliuk-liuk di antara mobil. Pesepeda motor bisa saja secara tiba-tiba berpindah jalur di depanmu saat kemacetan. Untuk menghindari hal ini, selalu usahakan ada jarak aman antara kendaraan di depan dan belakangmu.
5. Pejalan kaki yang tiba-tiba nongol di sela-sela mobil saat macet.
Selain pesepeda motor, pejalan kaki juga sering jadi blindspot bagi pengendara mobil saat di kemacetan. Dengan dalih tidak ada area penyeberangan, pejalan kaki bisa dengan mudah menyelip di sela-sela kendaraan.
Hal ini pasti sering kamu temui di jalan-jalan pusat keramaian seperti mal. Posisi blindspot yang ada di segala arah karena pejalan kaki ini harus diperhatikan pengemudi agar tak terjadi kecelakaan.

Tuesday, 12 June 2018

11 Bagian Mobil yang Wajib Anda Cek Sebelum Mudik Lebaran

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3552715/11-bagian-mobil-yang-wajib-anda-cek-sebelum-mudik-lebaran?utm_source=TWITTER&utm_medium=Post&utm_campaign=TWITTERotomotif_Driz


11 Bagian Mobil yang Wajib Anda Cek Sebelum Mudik Lebaran
Shop & Drive mengingatkan kepada pemudik untuk memeriksa 11 bagian dari mobil sebelum melakukan mudik lebaran.

Liputan6.com, Jakarta Mudik lebaran dengan mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Tak hanya lebih fleksible dari segi waktu keberangkatan, namun juga bisa menghemat biaya mudik karena dapat mengangkut banyak orang.

Mengingat perjalanan mudik yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, maka tak hanya kondisi fisik pemudik saja yang harus prima melainkan kendaraan pribadi juga perlu dipersiapkan secara matang agar perjalanan jauh tidak terganggu dengan timbulnya masalah.

"Sangat penting untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan mudik yang tidak bisa dianggap sepele dan diabaikan begitu saja. Terdapat beberapa bagian dalam mobil yang penting untuk diperhatikan dan diperiksa terlebih dahulu sebelum hendak melakukan perjalanan jauh," Indra Nugraha, Retail Division Head Astra Otoparts-Shop & Drive.

Memiliki layanan kualitas Astra, Shop & Drive mengingatkan kepada pemudik untuk memeriksa 11 bagian dari mobil sebelum melakukan mudik lebaran.

1. Oli mesin, transmisi, garden
Mobil yang digunakan pada saat mudik harus selalu menggunakan oli dengan kondisi baik. Oli mesin, transmisi, maupun gardan tidak bisa diabaikan dalam pengecekan, melihat fungsinya yang sangat penting dalam mengurangi gesekan antar komponen. Mengecek hingga mengganti oli mobil sebelum melakukan perjalanan mudik adalah salah satu cara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisi perjalanan yang tidak terduga.

2. Kelistrikan dan air aki
Sangat penting melakukan pengecekan kelistrikan sebelum melakukan perjalanan mudik, karena dengan begitu kita dapat mengetahui besarnya arus yang masuk, hingga ada atau tidaknya kebocoran arus yang dapat membuat aki tidak dapat menyimpan listrik dalam waktu yang lama. Air aki juga tidak boleh luput dari pengecekan karena jika kering akan merusak komponen lain di dalam kendaraan dan pastinya akan mengganggu perjalanan mudik Anda.

3. Filter udara dibersihkan
Filter udara penting untuk dibersihkan untuk mencegah tarikan mesin berkurang, bahan bakar lebih boros, suara mesin kasar, dan mesin ngadat.

4. Tekanan angin ditambah
Menambahkan angin dapat mencegah ban pecah secara tiba-tiba di tengah perjalanan mudik Anda, membuat jarak pengereman yang lebih baik, menciptakan kestabilan mengemudi pada kecepatan tinggi ataupun tikungan, daya tahan ban yang lebih baik, dan juga dapat menghemat bahan bakar.

5. Air radiator
Peran air radiator sangat vital terhadap sistem pendinginan mesin untuk menjaga komponen radiator agar tidak kekurangan air, yang bertujuan untuk mencegah mesin panas atau overheat, maka jangan mengabaikan juga komponen ini.

6. Kondisi wiper blade
Wiper butuh pengecekan rutin melihat fungsinya yang sangat penting untuk membersihkan kaca mobil dari segala kotoran yang menempel agar pandangan pengemudi ketika melakukan perjalanan mudik jernih dan tidak terganggu.

7. Shock absorber
Shock absorber merupakan komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk menyerap guncangan yang timbul saat kendaraan melewati gundukan atau lubang, terlebih lagi di jalanan yang tidak bisa diduga pada perjalanan mudik. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan agar pengemudi selalu merasa nyaman dan terhindar dari bahaya.

8. Minyak rem dan minyak kopling
Rem merupakan hal yang vital selama berkendara, maka perlu dilakukan pengecekan terutama pada minyak rem, karena minyak rem yang kotor dapat menurunkan fungsi kerja rem. Selain itu, minyak kopling pun tidak oleh diabaikan dari pengecekan karena apabila minyak kopling bocor, mobil juga tidak akan memiliki tekanan yang cukup untuk mengaplikasikan kopling dan memindahkan gigi transmisi.

9. Filter oli dan AC
Filter oli yang berfungsi untuk menyaring kotoran pada oli tidak boleh luput dari pengecekan sebelum melakukan perjalanan mudik, agar perlindungan oli terhadap mesin bekerja maksimal dan juga membuat mesin terawat. Tidak hanya itu, filter AC juga wajib diperiksa agar dapat menyaring udara kotor yang dapat menimbulkan penyakit dalam jangka panjang.

10. Sistem penerangan dan lampu
Kemudian cek kondisi lampu mobil apakah masih layak digunakan atau tidak. Meski terlihat sepele, lampu utama maupun lampu sein memiliki arti penting di perjalanan. Periksa kembali sistem kelistrikannya, terutama sambungan kabel dan kondisi kabel, serta bohlamnya.

11. Semir ban
Dengan menyemir ban mobil secara rutin, akan membantu membersihkan ban dari kotoran yang membandel, membuat ban tampak seperti baru sesuai warna karet ban asli, dan tentu saja dapat memberikan perawatan agar ban tetap terjaga elastisitasnya sehingga perjalanan mudik akan terasa lebih nyaman dengan ban yang terawat.