Monday, 6 January 2020

Hati-hati Menghadapi Aquaplanning di Jalan!

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-mobil/d-4124231/hati-hati-menghadapi-aquaplanning-di-jalan
Dadan Kuswaraharja - detikOto
Jumat, 20 Jul 2018 08:26 WIB

Foto: Okta Marfianto
Foto: Okta Marfianto

Aquaplanning merupakan suatu keadaan ketika ban mobil tidak mendapatkan traksi karena adanya genangan air. Masalah ini sering terjadi, namun masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara mengantisipasinya.

Bahkan aquaplanning pun adalah suatu kondisi yang tidak bisa diprediksi. Kita tidak pernah tahu seberapa dalam genangan air yang akan kita lewati, karena kontur jalanan yang tidak menentu.

Rifat Sungkar yang merupakan pereli nasional sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama Rifat Drive Labs (RDL) mengungkapkan beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika menghadapi aquaplanning di jalan.

"Kita harus memahami bersama bahwa air adalah suatu hal yang sangat berbahaya untuk mobil jika datangnya tidak bisa diprediksi. Pertama, jika banjir terlalu tinggi, mobil bisa mengalami problem mesin rusak atau water hammer (masuknya air ke dalam ruang pembakaran). Kedua, kalau kita sedang berkendara dengan kecepatan tinggi, gejala aquaplanning bisa saja menghampiri kita," ungkap Rifat.

Menurut Rifat Sungkar, aquaplanning paling sering terjadi di jalan-jalan besar atau jalan-jalan di mana mobil sedang berada dalam kecepatan tinggi. Sedangkan pada kecepatan rendah, aquaplanning tidak dapat terjadi karena mobil tidak mendapatkan gaya angkat ketika melewati genangan air.

"Kalau kita sedang berada di kecepatan rendah, tapak ban pasti akan mengikuti kontur jalan. Sedangkan kalau di kecepatan tinggi dan ada genangan air, mobil bisa berkompeten mengambang dan tidak mendapatkan traksi," ujar Rifat.

Rifat mengimbau jika terjadi aquaplanning, hal yang pertama harus dilakukan adalah mengatur kecepatan saat akan menuju ke genangan air. "Itu wajib dideteksi, tidak bisa seenaknya mengebut. Kita harus membuat keputusan dan antisipasi untuk mengurangi kecepatan," tambahnya.

Kecepatan yang normal itu tentunya beragam, namun ada cara mudah untuk mengantisipasinya. "Pertama, jangan pernah injak rem saat melewati genangan air! Sudah pasti mobil yang melewati genangan air memiliki grip yang sangat kurang jika dibandingkan saat kita melewati jalan yang normal," ujarnya.
Akibatnya jika kita injak rem dan mobil yang digunakan adalah non anti-lock braking system (ABS), saat melewati genangan air, mobil otomatis akan menarik sesuai dengan di mana genangan air itu berada.

Misalnya kita melewati genangan air di sebelah kiri, maka secara otomatis ban sebelah kiri akan mengunci dan mobil tersebut akan tertarik ke arah di mana ban terkunci. Keadaan tersebut justru bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecelakaan fatal.

Kedua, Rifat mengingatkan juga untuk jangan pernah menginjak gas ketika melewati aquaplanning. "Seratus persen jangan injak gas! Kita harus mengontrol kecepatan karena ada kemungkinan saat melewati aquaplanning, ban akan mengalami spin out di salah satu bagian atau bahkan dua ban sekaligus jika aquaplanning-nya besar," tegas Rifat.

Karena saat ban spin out, RPM akan naik dan ketika kita sudah melewati jalan yang tidak ada aquplanning-nya, mobil bisa tertarik dengan sendirinya. Memang kalau mobil front wheel drive (FWD), akan lebih mudah dikontrol karena daya tarik ada di depan. Namun kalau mobil yang digunakan rear wheel drive (RWD), bisa sangat berbahaya karena akan menyebabkan oversteer atau mobil sliding di bagian belakang.

Satu hal lain yang juga harus diantisipasi ketika aquaplanning terjadi adalah kemungkinan air akan naik ke kaca, jadi kita harus selalu siap dengan wiper.

Terakhir Rifat mengingatkan bahwa langkah paling bijaksana ketika berkendara di tengah hujan, dalam keadaan basah, atau ada aquaplanning adalah untuk mengontrol kecepatan.

"Jadilah pengendara yang bijak. Kontrol kecepatan selalu sesuai dengan peraturan atau mungkin di bawah itu karena sebetulnya gejala aquaplanning sama sekali tidak ada yang positif dan rata-rata mengarah ke suatu keadaan yang lebih berbahaya," tutup Rifat. (ddn/ddn)

11 Tips Jitu Atasi Mobil Rusak karena Banjir

https://oto.detik.com/tips-and-tricks-mobil/d-4846511/11-tips-jitu-atasi-mobil-rusak-karena-banjir
Dadan Kuswaraharja - detikOto
Sabtu, 04 Jan 2020 17:02 WIB

Foto: Ari Saputra
Foto: Ari Saputra

Jakarta - Banjir besar di kawasan Jabodetabek pada awal tahun 2020 ini tak hanya merendam rumah warga, di beberapa tempat banyak mobil yang terendam air, bahkan hanyut.

Bila mobil Anda terendam banjir, penanganan dan perbaikannya tidak bisa sembarangan karena bisa menyebabkan kerusakan makin parah. Ujungnya kerugian Anda semakin besar akibat kerusakan mobil.

Jaringan bengkel mobil umum, CARfix, memiliki tips agar mobil yang terendam banjir tidak terhindari dari kerusakan lebih parah akibat salah penanganan.

Fadly Hasan, Marketing Director CARfix, mengatakan tips ini dapat dilakukan sendiri di rumah. "Harapan kami semoga ini bisa membantu penanganan pertama mobil Anda," ujar Fadly dalam keterangannya yang diterima detikcom, Sabtu (4/1/2020).

Berikut 11 tips jitu atasi kerusakan mobil yang terendam banjir menurut Fadly:

  1. Yang paling utama jangan menghidupkan/starter mobil terendam banjir. Jika dipaksa di-starter, besar kemungkinan terjadi korslet pada bagian kelistrikan.
  2. Lepas kabel aki. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya korsleting, mulai dari bagian minus
  3. Bersihkan eksterior dan interior mobil dari lumpur tanpa menghidupkan mesin, terutama karpet bawah dan jok
  4. Keringkan mobil
  5. Buka filter angin
  6. Buka dan ambil busi, bila ada kompresor, pakailah kompresor supaya lebih bersih
  7. Cek kondisi oli mesin. Buang oli mesin dan biarkan baut tetap terbuka. Setelah terendam banjir, biasanya pelumas tercampur dengan air sehingga harus diganti.
  8. Keringkan lubang busi atau ruang bakar, tempat sikring, dan komponennya dengan kompresor
  9. Cek tangki bahan bakar. Pastikan bensin/solar tidak tercampur air. Jika tercampur air, buang dan bersihkan tangki. Bila kesulitan menguras tangki, silahkan menghubungi bengkel terdekat.
  10. Setelah memastikan komponen-komponen tersebut kering dan bersih, isi dengan pelumas baru. Lalu pasang filter angin baru, lalu pasang kembali kabel aki yang telah dilepas tadi.
  11. Bila sudah dilakukan semua langkah tersebut, mesin mobil siap di-starter

"Jika Anda ragu untuk melakukan pengecekan dan penanganan mobil yang terendam banjir secara mandiri, pastikan tidak menghidupkan mesin mobil dan segera hubungi bengkel terdekat dari rumah anda," ujarnya.